Home / Kalbar

Jumat, 25 Agustus 2017 - 08:27 WIB

Pedagang Kambing Kurban Singkawang Keluhkan Penjualan Sepi

Ilustrasi

SINGKAWANG, LANDAK NEWS – Salah satu pedagang kambing kurban Singkawang, Hariyanto mengaku penjualan kambing tahun ini dirasakan sepi, lantaran H-7 Idul Adha baru terjual sekitar 6 ekor.

“Tahun ini agak sepi, biasanya H-14 Idul Adha (dua minggu) sudah terjual sebanyak 20 ekor. Sekarang baru 6 ekor,” kata Hariyanto, saat ditemui di kediamannya yang beralamat di Jalan KS Tubun (samping Asrama Polisi), Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kamis.

Ia memprediksikan jika tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun kemarin. “Belum tahu besok atau lusa,” ujarnya.

Tahun lalu, terangnya, terjual sekitar 50-an ekor. “Orang datang ke rumah dan langsung pesan ke kita. Pas dekat-dekat hari Idul Adha, barulah kita antar ke pemesan,” ungkapnya.

Anto menyebutkan, harga kambing yang dijualnya terbilang standar, yakni di kisaran Rp85.000 – Rp90.000 per Kilogram.

“Harga ini terbilang standar. Saya pun tidak tahu mengapa tahun ini sangat sepi, beda kalau untuk Aqiqah hampir setiap minggu ada pesanan, meskipun 1-2 ekor,” tutur dia.

Baca juga  Pemuda Katolik Kalbar Ucap Terima Kasih Kepada Cornelis

Kemudian, kambing-kambing yang dijualnya pun menurutnya sudah memenuhi syarat. “Untuk Aqiqah biasa beratnya 20an Kg. Sedangkan untuk kurban 20 sampai 40 kilogram,” pungkasnya.

Dirinya bersyukur, jika tahun ini terjual sekitar 20an ekor. “Yach, dapat separoh dari tahun kemarin pun sudah syukur. Karena sampai hari ini baru terjual 6 ekor kambing,” katanya.

Pria yang sudah 9 tahun menjual kambing ini menduga ada beberapa faktor yang menyebabkan kambingnya sepi pembeli. Pertama, faktor ekonomi. Kedua, banyak umat Islam yang sudah ikut arisan di mesjid-mesjid. Dan ketiga, banyak pemain-pemain baru (cangkau).

“Artinya, ada orang yang berani memasang plang di rumahnya, meskipun tidak punya kambing, bahkan duduk di warung kopi pun orang berani menawarkan kepada orang lain. Disisi lain, mereka mengambil ke orang lain (cangkau). Hal inilah yang sangat disayangkan pedagang kambing,” tuturnya.

Baca juga  OTT Kadis PU Ketapang

Dugaan itu diketahuinya, setelah ada pembeli yang secara mendadak mendatanginya.

“Orang tersebut rencananya mau menggelar Aqiqah, kemudian pesan lewat telepon, begitu mendekati hari H, kambing tak kunjung datang. Malamnya sebelum acara, orang tersebut datang ke rumah untuk memesan kambing dan untung saja saya ada stok, kalau tidak mau jadi apa acaranya yang mana undangannya sudah tersebar ke mana-mana,” jelasnya.

Dikatakan dia, kalau kambing-kambing yang dijualnya berasal dari ternak sendiri dan petani.

“Ternak sendiri ada sekitar 20 ekor. Kalau pesanan banyak, biasanya saya ngambil lagi ke petani,” katanya. (Ant)

Share :

Baca Juga

Kalbar

Jenderal TNI Purnawirawan A. M. Hendropriyono Hadiri Lepas Sambut Pangdam XII/Tanjungpura

Kalbar

Tim Fahmil Quran Kalbar Lolos ke Semifinal, Singkirkan Jateng dan Maluku

Kalbar

Silaturahmi ke Rumah Sutarmidji, Karolin : Momen Idul Fitri Jangan Sampai Terganggu Proses Pilkada

Kalbar

Bertemu Petani Sayur di Sungai Selamat, Ini yang Disampaikan Gidot

Kalbar

Pastor Egi: Yesus Adalah Roti Hidup

Kalbar

LAZISNU dan Bank Mega Syariah Salurkan Paket Lebaran Untuk Guru Ngaji dan Dhuafa

Kalbar

FPK Gelar Raker Pembentukan Pengurus Tingkat Kecamatan 2017

Kalbar

Hilda Ajak Masyarakat Berjuang Memenangkan Karolin-Gidot
error: Content is protected !!