Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Parawisata Kabupaten Landak Lukas Kanoh. (Foto: One)
NGABANG, LANDAK NEWS – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak kembali akan menggelar agenda tahunan Festifal Binua Landak (FBL) Tahun 2017. Direncanakan gawe akbar ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang.
“Sejak tahun lalu nama FBL ini mulai berubah. Nama sebelumnya Festival Budaya Binua Landak (FBBL),” kata Kadis Pemuda Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Landak Lukas Kanoh, kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/09) diruang kerjanya.
Menurutnya, moment kegiatan ini bersamaan dengan HUT Pemda Landak Ke-18, dan Porkab 3 dari KONI Landak. Dimana kegiatan dipusatkan di Komp. Rumah Radakng Aya’ Ngabang Kabupaten Landak.
“Acaranya dimulai hari Jumat, Sabtu dan Minggu, tanggal 5-7 Oktober 2017, ” kata mantan Kadis Pendidikan Kabupaten Landak ini.
Kegiatannya, tambah Lukas Kanoh, meliputi lomba kuliner makanan ringan non beras: terbuka untuk umum, lomba tato tradisional, lomba lagu daerah Dayak dan Melayu, serta lomba fasion show: ini nusantara terbuka untuk umum.
“Kita harapkan ini jadi unggulan, karena sebelum pasian show digelar diisi acara karnaval pakaian adat , supaya ramai diturunkan juga dari kalangan pelajar kendati pelajar tidak ikut lomba. Puncak acaranya pada malam minggu,7 Oktober 2017,” jelasnya.
Lukas Kanoh menambahkan adapun tujuan kegiatan FBL mempromosikan ke parawisata di Kabupaten Landak. Kemudian pelastarian budaya dan pelestarian lingkungan.
“Misal lomba fashion show mengunakan bahan bahan dari kulit kayu.Agar ini berkelanjutan tanaman kayunya dilestarikan tidak habis begitu saja. Demikian juga lomba makanan ringan kita harus melestarikan tanaman non beras seperti pisang, jagung, singkong, dan lain-lain. Kita tidak kekurangan stok, kulit kayu harus kita lestarikan demikan juga tanaman non beras tadi harus kita lestarikan atau dibudidayakan, ” jelas Lukas Kanoh.
Lukas Kanoh mengakui hulunya ada di Dinas Pertanian. Kami ditengah, di hilir ada di Perdangan. “Bila ada koordinasi yang baik kita akan selalu ada ketersediaan stok. Karena ada dilestarikannya tanamannya tadi. Termasuk pelestarian kulit kayu ada di Kehutanan. Sehingga kita tidak hanya bicara tentang Pariwisata. Saya berharap masyarakat ramai datang menyaksikan FBL, ” ungkapnya. (One)









