Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sanggau Kukuh Triyatmaka. (Foto: F)
SANGGAU, LANDAK NEWS- Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka mengklaim Indeks Pembangunan Manusia (IMP) Kabupaten Sanggau pada tahun 2016 terbaik se Kalbar.
“IPM kita tahun 2016 paling tinggi se Kalbar pertumbuhannya, karena Kalbar 0,44, Sambas 1,25, Bengkayang 1,24, Landak 0,72, Mempawah 0,74, Sanggau 1,35 dan paling tinggi pertumbuhannya di 2016,” kata Kukuh. Sementara di tahun 2015 Sanggau menempati urutan ke dua di bawah Kayong Utara.
“Tapi anehnya di 2016 pertumbuhan IPM Kayong turun lagi, hanya 1 koma sekian jak, kalau Sanggau tetap naik, kalau Kayong naik tapi tidak tinggi,” katanya.
Melihat trand kenaikan itu, Kukuh berharap di tahun 2017 IPM Kabupaten Sanggau terus mengalami kenaikan. Jika mengalami kenaikan di tahun 2017, Kukuh optimis RPJMD Bupati terbukti punya dampak dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Sanggau maju dan terdepan.
“Jadi kenaikan IPM itu bukan dilihat dari nilai akhirnya, tapi kenaikannya 1,35,” ujar Kukuh. Secara global IPM Kabupaten Sanggau tahun 2015 tercatat 63,05 dan tahun 2016 tercatat 63,9.
“Kita bicara naiknya yang tinggi, seorang bupati dan pengambil kebijakan itu kan harus mampu merubah dari kondisi awal menuju kondisi perubahan yang lebih baik,” tegasnya.
Seiring dengn pertumbuhan IPM, secara otomatis pembangunan masyakat sanggau juga meningkat. Tapi, lanjutnya, IPM Sanggau tahun 2014 yang dulunya diisukan turun sebenarnya bukan turun, hanya saja memang metode perhitungan sebelum 2016 itu menggunakan metode lama.
Kalau dari sisi nilainya dari seluruh indonesia Kalbar memang rendah, tapi untuk Kalbar kita menengah ditahun 2014. Secara umum tiga tahun terakhir kita meningkat indikator IPMnya, indikator itu salah satunya angka harapan hidup di sanggau mulai tahun 2014 menuju 2016 kenaikannya cukup lumayan, dari angka 70,28 di tahun 2014 menjadi 70,58 ditahun 2015 menjadi 70,67 ditahun 2016.
“Malahan orang Kalbar itu 69,76 tahun angka harapan hidupnya, artinya kita diatas Kalbar,” terangnya.
Angka harapan hidup ini, terang Kukuh diakibatkan program pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah diantaranya tersedianya sarana prasarana kesehatan sehingga orang sanggau ini waktu lahir sudah ditangani, didampingi dan lain sebagainya sehingga harapan hidup orang sanggau ini 70 tahun lebih. Faktor lainnya ada peningkatan ekonomi masyarakat sehingga mereka sudah mulai peduli dengan kesehatan terutama pola hidup sehat.
“Itu dari sisi harapan hidupnya,” kata Kukuh. Sementara dari sisi harapan lama sekolah, orang sanggau ini dari 10,6 ditahun 2014 menjadi 10,67.
“Memang kecil perubahannya” akunya. Tapi ditahun 2016 ada kenaikan menjadi 11,05.
“Artinya makin hari harapan lama sekolah orang Sanggau makin meningkat meskipun tantangan di kita belum ada perguruan tinggi, nah target di RPJMD tahun 2018 kita sudah punya perguruan tinggi. Itulah nanti yang akan mendongkrak harapan sekolah orang sanggau untuk sekolah setinggi-tingginya,” beber dia.
Meskipun secara angka tergolong sedang, Pemerintah Daerah terus mendorong kenaikan angka harapan sekolah.
“Kalau dilihat angka orang sanggau ini baru SMA kelas 1 harapan sekolah tertingginya. Oleh karena itu kita punya harapan orang sanggai harus S1 dan itu pengaruhnya dengan ekonomi, kalau ekonomi masyarakat sudah membaik tentu harapan sekolahnya juga tinggi,” pungkasnya. Untuk itu, pemerintah juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat agar terus bertumbuh.
Oleh: Firmus.









