Suasana Sosialisasi Pengawas Pemilu Partisifatif Pemilu di Kabupaten Landak, Rabu (08/11) di Aula Pertemuan Penginapan Karunia Ngabang. (Foto: One)
NGABANG, LANDAKNEWS– Ketua Bawaslu Propinsi Kalimantan Barat Ruhermansyah mengatakan Kopolri memasukan Kalimantan Barat dalam daerah rawan konflik Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 mendatang.
“Apa yang menjadi dasar ini bisa saja berdasarkan hasil pengamatan, metodologi dan survey. Namun pernyatan Kapolri kami garis bawahi adalah terkait konflik, ” kata Ruhermansyah, saat menjawab pertanyaan salah satu peserta Sosialisasi Pengawas Pemilu Partisifatif Pemilu di Kabupaten Landak, Rabu (08/11) di Aula Pertemuan Penginapan Karunia Ngabang.
Dikatakan Ruhermansyah, jika saja penilaian itu bukan dari Kepolisian bisa saja tidak rawan, karena pernyataan atau buah pikir adalah hasil pengamatan dan tentu ada dasarnya.
Apakah di Kalbar ini telah terjadi konflik, apakah saat penyelengaraan pilkada pemilu dari masa ke masa pernah konflik? “Ya, kalau kita jawab selama masa pilkada tidak ada konflik, ” tegasnya.
Namun, pria kelahiran Sintang ini tidak menampik ada terjadi sedikit tegang. “Kalau mau jujur konflik sampai terjadi rusuh belum ada, ” beber pria masih keturunan Kabupaten Sanggau ini.
Ruhermansyah beranggapan ini merupakan evaluasi bersama, apakah daerah kita dianggap rawan. Namun, kita ambil fositifnya saja, fositif artinya disini adalah misal antara orang tua dan anaknya. Dimana orang tua berpesan kepada anaknya jika ingin berjalan harus berhati-hati.
Ruhermansyah berharap agar ini tidak terjadi konplik. Bersama-sama mencegah. “Jadi, ambil fositifnya sebagai nasehat untuk kita agar berhati-hati agar kita jangan lengah,” tukasnya.
Selain Ruhermansyah, sebagai pembicara hadir KPU Landak diwakili Mikael, Panwaslu Landak Petrus Kanisius dan Yuvianus Jupriono Ikoniko, serta hadir Kepala Kesbanglinmas Landak Benipiator.
Adapun peserta sebanyak 35 orang berasal dari unsur Ormas, Paguyuban, BEM, OSIS, dan Panwascam se Landak.
Oleh: One









