Home / Pemda Landak

Senin, 4 Desember 2017 - 09:28 WIB

Bersama Pihak Terkait, Gubernur Kalbar Tertibkan PETI Mandor

MANDOR,  LANDAKNEWS– Langkah Persuasif Gubernur Cornelis Menertibkan Tambang Emas liar di Kecamatan Mandor

Gubernur Kalbar Cornelis secara tegas meminta para penambang emas tanpa ijin (PETI) di Kecamatan Mandor untuk menghentikan aktivitasnya. Tidak segan-segan orang nomor satu di Kalbar itu turun langsung ke lokasi dibantu aparat keamanan TNI Polri serta Pemkab Landak, menemui ratusan penambang dilokasi, Minggu (3/11). Gubernur Cornelis juga membawa serta inspektur Tambang dan Kabid Minerba Provinsi Kalbar kelokasi untuk membantu dirinya memberikan penjelasan teknis kepada masyarakat yang rata-rata menggunakan peralatan tambang tradisional.

Cornelis kemudian mengumpulkan para penambang untuk diberi penjelasan. Masyarakat penambang pun berkumpul disebuah pondok untuk mendengarkan penjelasan sang Gubernur. “Hari itu saya sudah datang dan melarang, biarpun tanah siapa tidak boleh ditambang tanpa ijin Pertambangan untuk itu saya mohon agar masyarakat semua tidak melakukan aktivitas penambangan lagi disini, silakan bawa pulang peralatannya.” tegas Mantan Bupati Landak itu. Sejurus kemudian masyarakat mengumpulkan peralatan mulai dri mesin penyedot air jenis Robin, dan peralatan tambang tradisional untuk dibawa pulang.

Baca juga  Jadi Salah Satu Perwakilan Orang Tua, Bupati Karolin Buka Acara Pelepasan Pelajar SDS Alfa Omega Ngabang

Larangan penambangan juga terkait kerusakan lingkungan, bahaya mercuri yang tidak terkontrol, karena kata Cornelis selama ini pemerintah dianggap tidak tegas dalam menindak pelaku penambangan emas tanpa ijin. Gubernur Cornelis yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional itu menjelaskan kalau memang pemerintah mau refresif bisa saja, namun dengan imbauan begini masyarakat mengikuti, ya tidak perlu (refresif), “Nanti kalau tersangkut perkara hukum karena PETI kemudian ditahan kan Bupati dan Gubernurnya yang dimintai tolong untuk penangguhan penahan.” ujar Cornelis.

Sehingga dirinya meminta masyarakat menghargai. Apalagi selama ini sudah banyak korban yang meninggal seperti di Goaboma Bengkayang, disitu pemerintah dan aparat keamanan dianggap tidak tegas dan disalahkan. Nah, sekarang pemerintah tegas namun dengan pendekatan persuasif.

Baca juga  Dinkes Landak Temukan 1 Orang Diduga Reaktif OTG

Cornelis pun meminta masyarakat untuk membubarkan diri dengan tertib dan membawa serta peralatan tambang mereka karena lokasi tersebut ditimbun menggunakan alat berat eksavator, supaya tidak ada lagi aktivitas. Satu persatu masyarakat pamit tertib dan menyalami Sang pemimpin mereka.

Perwakilan masyarakat penambang yang tidak mau disebutkan namanya mengaku salah dan meminta maaf kepada Gubernur Kalbar, karena tidak mengindahkan imbauan Gubernur beberapa waktu lalu. Dirinya mewakili masyarakat penambang kecamatan Mandor berterima kasih kepada Gubernur Cornelis yang melakukan penertiban dengan langkah persuasif, sehingga masyarakat dengan kesadarannya membubarkan diri dan tidak melakukan penambangan tanpa ijin lagi.

Oleh: Hentakun

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Tanggal 24 dan 31 Maret 2018, Kantor KP2KP Ngabang Tetap Buka

Pemda Landak

Hore, Tahun ini Kecamatan Sompak Dibangun Dua Jaringan Telekomunikasi

Pemda Landak

Karolin Tegaskan Siap Berlakukan New Normal

Pemda Landak

Bupati Landak Apresiasi Kesadaran Masyarakat Landak Pada Malam Tahun Baru

Pemda Landak

Mewakili Keluarga dan Masyarakat, Bupati Landak Serahkan Jenazah Praka Anumerta Ida Bagus Putu Kepada Pemerintah

Pemda Landak

Ketua TP PKK Kab. Landak Kunjungi Posyandu Mawar Desa Antan Rayan, Kec. Ngabang pada Kegiatan Hari Buka Pelayanan Posyandu

Pemda Landak

Sekda Landak Buka dan Sampaikan Ceramah Umum Pelatihan Dasar CPNS Golongan III di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak Tahun Anggaran 2022

Pemda Landak

Pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Landak Periode 2021 – 2026
error: Content is protected !!