Home / Kalbar

Minggu, 31 Desember 2017 - 07:47 WIB

Presiden Joko Widodo Resmikan Pasar Rakyat di Kalimantan Barat

Presiden RI Joko Widodo meresmikan Pasar Rakyat di Kalimantan Barat didampingi Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dan beberapa Bupati dan walikota. Jumat (29/12). (Foto: Hentakun)

PONTIANAK, LANDAKNEWS – Presiden RI Joko Widodo berpesan kepada pedagang pasar rakyat yang barusan diresmikannya agar melayani pembeli supaya tetap ramah dan senyum sehingga pembeli tetap ramai. Selain itu juga, Presiden berpesan agar keamanan dan kenyamanan pasar terus dijaga jangan sampai ada kejahatan sehingga pembeli menjadi tidak betah.

“Saya berpesan agar pembeli tetap ramai, pedagang bisa banyak senyum, ramah dan menjaga keamanan agar jangan sampai pembeli banyak tapi copet juga banyak, buat mereka nyaman agar mereka tahu pasar tradisional tidak kalah dengan pasar modern,” kata Presiden Joko Widodo di Pasar Tengah Pontianak, Jumat (29/12) ketika meresmikan renovasi Pasar Tengah di Pontianak, Kalimantan Barat yang sebelumnya terbakar pada 2015.

Selain meresmikan Pasar Tengah yang dapat memuat 851 pedagang, Presiden juga secara simbolis meresmikan 5 pasar lain di Kalimantan Barat yaitu Pasar Jungkat, Pasar Pangkalan Mas yang mampu menampung 166 pedagang di kabupaten Mempawah, Pasar Semi Modern di Kabupaten Singkawang yang memuat 104 kios.

Baca juga  Dandim 1204 Sanggau Hadiri Buka Lahan Cetak Sawah di Bonti

Kemudian Pasar Kapuas Raya di Kabupaten Sintang yang memuat 156 kios, Pasar Tebas di Kabupaten Mempawah yang menampung 194 pedagang.

Presiden Joko Widodo hadir dalam peresmian itu didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dan sejumlah pejabat lainnya.

Presiden pun sempat meninjau blok Citarum pasar tersebut yang sudah bertingkat dua dan berdialog dengan pedagang di tempat itu. “Pembelinya nambah tidak? Pasarnya sudah diperbaiki tapi jangan sampai pembelinya malah berkurang,” ungkap Presiden kepada pedagang

Diungkapkan Mantan Gubernur DKI itu, Tiga tahun lalu saat pasar ini habis terbakar, dirinya menjanjikan agar pasar langsung dibangun. PresidenJoko Widodo mengaku ingat di sini pedagang, PKL (Pedagang Kaki Lima) bercampur sehingga menyebabkan kawasan ini kumuh sekali.

Namun Presiden menilai pasar tersebut saat ini sudah bersih, apalagi pembangunan pasar sampai menghabiskan anggaran Rp54 miliar yang berasal dari anggaran Kementerian Perdagangan.

Baca juga  Sebanyak 38 Perwira Siswa Pendidikan Reguler LVI Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Lakukan Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri, di Kodam XII/Tanjungpura

Diungkapkannya pula, denyut nadi ekonomi daerah sangat keliatan dan terasa kalau masuk ke pasar rakyat karena pasar rakyat adalah bagian penting ekonomi di daerah dan sayangnya masih banyak sekali pasar-pasar rakyat yang belum dibangun. Karena menurut Presiden, pasar tradisional cenderung punya bangunan yang jelek, kebersihan tidak terjaga dan banyak yang kurang pencahayaan. “Meski berbelanja siang hari, pasar kelihatan gelap seperti malam hari sehingga masyarakat atau pelanggan senang ke ritel modern, supermarket, mall-mall, ini yang harus kita jaga,” ungkap Presiden.

Kata Peesiden lagi, sekarang pasar sudah bersih tapi pedagang juga harus berubah, “Melayani dengan baik, menjaga kebersihan, jangan sampai becek dan kotor sehingga kita harap bisa bersaing dengan ritel modern,” pungkas Mantan Walikota Solo itu

PENULIS: HENTAKUN

Share :

Baca Juga

Kalbar

Yohanes Ontot : Partisipasi Politik Masyarakat Sangat Penting

Kalbar

Karolin-Gidot Siapkan Sistim Pemerintahan Anti Korupsi

Kalbar

Pemuda Kalbar Semakin Solid Memenangkan Karolin-Gidot

Kalbar

Karolin-Gidot Siap Lanjutkan Kerja Pemerintah Provinsi Sebelumnya

Kalbar

Kejurda Dayung Akan Dibuka Adrianus Asia Sidot

Kalbar

Press Release Bupati Sintang Pergantian Tahun 2018

Kalbar

Sujiwo Apresiasi Program Bedah Rumah Kodam XII/Tanjungpura

Kalbar

Menteri Sosial RI Lakukan Kunjungan Kerja ke Kalbar, Fokus pada Program Kesejahteraan Sosial
error: Content is protected !!