Home / Pemda Landak

Jumat, 5 Januari 2018 - 07:35 WIB

Bank Kalbar Bantu Dua Desa di Kabupaten Landak

Wakil Bupati Herculanus Heriadi menerima secara simbolis sumbangan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalbar. (Foto: Istimewa)

NGABANG, LANDAKNEWS– Dua desa di Kabupaten Landak yaitu Desa Sempatung dan Desa Tengon di Kecamatan Air Besar  menerima bantuan bibit lada dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalbar.

Penyerahan bibit lada jenis Malada itu diserahkan langsung oleh Wakil Bupati (wabup) Landak, Herculanus Heriadi kepada dua Kades yang mendapatkan bantuan di aula Kantor Bupati Landak, Kamis (4/1). Ada seribu bantuan bibit lada atau sahang kepada dua desa itu.

Menurut wabup, memang tidak semua desa di Landak yang mendapatkan bantuan program CSR itu.

“Kali ini desa yang mendapatkan bantuan ini hanya Desa Sempatung dan Desa Tengon di Kecamatan Air Besar,” ujar wabup.

Ia mengaku, memang ada sejumlah desa di Landak yang berpotensi untuk ditanami lada selain dua desa yang menerima bantuan itu.

“Namun demikian, hingga saat ini cara menanam tanaman lada yang dilakukan masyarakat masih tergolong tradisional. Oleh karena itu saya berharap kepada pihak terkait supaya bisa mengajari masyarakat bagaimana cara menanam sahang yang baik dan benar. Apalagi bibit sahang yang dibagikan itu merupakan jenis baru,” harapnya.

Wabup tidak menginginkan bantuan bibit sahang yang sudah diberikan itu tidak dikelola dengan baik oleh masyarakat dan tidak dikembangkan. Apalagi potensi tanaman sahang di Desa Sempatung dan Desa Tengon itu sangat besar.

Baca juga  Polres Landak Siap Amankan Malam Pergantian Tahun, Ini kata Kapolres

“Hal ini dikarenakan cuaca di kedua desa itu cukup dingin dan cocok untuk tanaman sahang. Silakan masyarakat Landak mengembangkan tanaman ini,” pintanya.

Namun demikian Heri mengaku, masyarakat di dua desa itu masih menjual ladanya ke kabupaten lain seperti Bengkayang dan Entikong Kabupaten Sanggau.

“Waktu saya berkunjung ke Desa Tengon, saya mendapat laporan dari masyarakat jika pemasaran lada di desa itu melalui Suti Semarang Kabupaten Bengkayang,” ucapnya.

Ia menambahkan, hampir Rp. 20 miliar per bulan para petani sahang di Desa Tengon mendapat keuntungan ketika memasarkan hasil bumi itu ke Bengkayang.

“Tapi mengapa kita di Landak ini tidak mau nerimanya. Ada kepikir bagi saya, bisa-bisa saya jadi toke,” ucap Wabup Landak dua periode ini.

Ia mengaku, jika lada hasil petani itu dibawa ke Bengkayang melalui Suti Semarang, tentu akan dibawa lagi ke Entikong.

“Saya sudah tanya kepada masyarakat setempat, ternyata mereka masih menjual sahang ke Bengkayang. Padahal jalan menuju Ngabang sudah mulai tembus dan jalan menuju Suti Semarang sudah tidak bisa dilalui,” katanya.

Wabup tetap mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan lagi tanaman lada di Landak. Masyarakat juga diminta hanya berpikir tanaman kelapansawit dan karet saja.

Baca juga  Pisah Sambut Kajari Landak, Pj. Bupati Samuel : Terima Kasih Kerjasamanya Selama Ini

“Tanaman sahang inipun juga sangat penting untuk lebih meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Landak, Vinsensius berjanji akan terus melakukan pengawalan terhadap penanaman sahang dikedua desa itu.

“Kami akan melakukan pengawalan yang dimulai dari tahap penerimaan, pemeliharaan sampai kepada hasilnya,” terang Vinsensius.

Iapun mengaku, bantuan bibit lada yang dibagikan itu merupakan jenis Malada.

“Makanya, penanaman sahang dengan jenis baru di dua desa itu merupakan pilot project atau percontohan. Bibit sahang Malada itu berbeda dengan bibit sahang lainnya. Pada batang bawahnya lain dan untuk steknya yakni lada. Artinya, batang bawahnya berbeda dengan stek,” jelasnya.

Dikatakannya, sudah ada contoh sebagai bukti keberhasilan bibit lada jenis Malada itu.

“Kita memahami juga kebiasaan petani di Desa Sempatung dan Tengon. Mereka tetap mempertahankan jenis tanaman yang sudah biasa ditanam oleh masyarakat setempat. Makanya penanaman lada jenis baru di kedua desa itu sebagai percontohan. Mudah-mudahan akan berhasil supaya bisa kita kembangkan lagi lebih luas di Landak,” harapnya.

Penulis: Tim Liputan

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Bupati: Saya Ingin Pemuda Katolik di Kabupaten Landak Bisa Berbuat Lebih Aktif

Pemda Landak

Bupati: Wawasan Kebangsaan Penting Ditanamkan Setiap Warga Negara

Pemda Landak

Banjir Landak Warga Ngabang, Posko Pengungsian Disiapkan

Pemda Landak

Penemuan Mayat Lagi, Kali Ini Sepasang Pria Dan Wanita

Pemda Landak

Polisi Gendong Nenek Sakit, Banyak Dapat Apresiasi Dari Netizen

Pemda Landak

Pemda Landak Gelar Operasi Pasar Murah Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Pemda Landak

Pj Bupati Landak Hadiri Pemusnahan Senjata Api Hasil Penyerahan Masyarakat di Kabupaten Landak

Pemda Landak

Pengurus PGRI Kabupaten Landak Dapat Penghargaan PGRI AWARD 2017
error: Content is protected !!