Home / Internasional

Senin, 8 Januari 2018 - 07:21 WIB

Suhu Sydney 47C, Warga Diminta Tak Keluar Rumah

Suhu udara Sydney, Australia mencapai rekor terpanas sejak 1939, Minggu (7/1). (REUTERS/Jason Reed)

JAKARTA, LANDAKNEWS – Warga Sydney, Australia diminta untuk tetap berada di dalam rumah akibat suhu udara yang sangat panas, yang disebut-sebut melelehkan aspal jalanan.

Di Penrith, Sydney, suhu mencapai 47,3 derajat Celcius, Minggu (7/1), tertinggi di kota metropolitan itu sejak 1939, yang mencapai 47,8 derajat Celcius.

Biro Meteorologi negara bagian New South Wales mengatakan pada awalnya mereka meyakini suhu udara telah melampaui puncaknya dibandingkan Februari 2017 yakhi 47 derajat Celcius.

Tapi kemudian mengklarifikasi bahwa rekor sebelumnya terjadi 80 tahun yang lalu. “Pada pengecekan sebelumnya, kami melewati 47,8 derajat Celcius yang tercatat di Stasiun Richmond, kini ditutup pada 1939, 47,3 hari ini masih mengalahkan catatan di Penrith sebelumnya,” kata biro cuaca seperti dilansir The Independent, Minggu (7/1).

Baca juga  Prabowo Mulai Rangkaian Lawatan Luar Negeri Pertamanya Didampingi Menteri-menteri Ekonomi

Panasnya udara menyebabkan lalu lintas di Sydney melambat, Sabtu, lantaran aspal di jalan-jalan utama meleleh.

Sementara itu di Victoria, meski suhu udara lebih dingin, kepala layanan ambulans memperingatkan aktivitas olah raga dan di luar ruangan lainnya harus dihindari, karena khawatir sengatan panas yang dapat berakibat fatal.

“Panas ini adalah pembunuh,” kata komandan ambulans Victoria, Paul Holman, seperti dilansir The Independent.

Negara bagian itu telah melarang pembakaran untuk mencegah kebakaran semak, dengan 49 kasus dilaporkan pada Sabtu.Tiga ratus pemadam kebakaran, 50 truk dikerahkan untuk memadamkan satu kebakaran di Carrum Downs, Sabtu, yang mengancam puluhan rumah.

Baca juga  Biden Akhiri Lawatan untuk Tegaskan Pengaruh AS di Timteng

Di tengah panasnya suhu udara, juga terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah. Situs berita Sydney Morning Herald melaporkan ribuan orang mengalami pemadaman listrik sementara di sejumlah tempat pada sekitar pukul 21 malam, Minggu. Listrik baru menyala sekitar setengah hingga satu setengah jam kemudian.

Penulis : CNNI
Editor : One

Share :

Baca Juga

Internasional

WHO Rekomendasikan Obat Artitris Untuk Kurangi Risiko Kematian COVID-19

Internasional

Arab Saudi Izinkan Penerbangan Internasional Parsial Mulai 15 September

Internasional

Pengadilan Malaysia kembali menyidangkan mantan majikan pekerja Indonesia

Internasional

Taliban Ancam Kobarkan ‘Jihad’ Jika Pasukan Turki Tetap di Afghanistan

Internasional

WHO Desak Pemerintah Terapkan Pembatasan yang Lebih Ketat

Internasional

AS Jatuhkan Sanksi kepada Uganda karena Sahkan UU Anti-LGBT

Internasional

Perusahaan Inggris Kembangkan Alat Tes COVID Berbasis Air Liur

Internasional

Ketahanan Pangan Jadi Fokus Forum Menteri Keuangan dan Pertanian G20
error: Content is protected !!