Home / Internasional

Selasa, 27 Maret 2018 - 21:15 WIB

Delapan Negara Eropa Tolak Usir Diplomat Rusia

Sejumlah negara Eropa menegaskan tidak akan ikut-ikutan mengusir diplomat Rusia terkait kasus peracunan eks-agen ganda Rusia di Inggris. (REUTERS/Henry Nicholls)

JAKARTA, LANDAKNEWS – Sejumlah negara Eropa menegaskan tidak akan ikut-ikutan mengusir diplomat Rusia terkait kasus peracunan eks-agen ganda Rusia di Inggris.

Kedelapan negara tersebut adalah Austria, Portugal, Bulgaria, Siprus, Malta, Slovakia, Slovenia dan Luksemburg. Sejak pekan lalu Austria menegaskan tidak akan ikut langkah belasan negara Eropa yang menyatakan solidaritas terhadap Inggris yang telah mengusir 23 diplomat Rusia.

“Diplomat Rusia tidak akan diusir dari Austria,” kata Kanselir Austria, Sebastian Kurz saat menghadiri KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia pekan lalu seperti dilansir media Rusia, Sputnik.

Baca juga  Pengacara Bantah Tuduhan Suu Kyi Terima Suap Rp8,5 M

Sejumlah negara Eropa mengumumkan pengusiran diplomat Rusia, setelah Amerika Serikat mengusir 60 diplomat Rusia. Pengusiran tersebut sebagai solidaritas terhadap Inggris, terkait peracunan eks-agen ganda Rusia, Sergei Skripal, 66 tahun, dan putrinya, Yulia, 33 tahun di Salisbury, Inggris pada 4 Maret lalu. Skripal dan Yulia serta seorang polisi Inggris saat ini dalam kondisi kritis terkena racun Novichok, yang disebut-sebut sebagai zat saraf militer buatan Rusia. Lihat juga: Kasus Racun di Inggris, 22 Negara Usir Diplomat Rusia Menurut situs tech2.org, Malta tidak mengusir diplomat Rusia karena misi diplomatiknya di Moskow sangat kecil.

Malta disebut-sebut meraup ratusan juta euro dengan menjual paspor Uni Eropa bagi warga Rusia. Bulgaria menolak untuk mengusir diplomat Rusia dengan alasan saat ini memegang tampuk kepresidenan Uni Eropa sehingga mereka harus bersikap netral. Bulgaria disebut menjadi pasar yang disukai para investor Rusia.

Baca juga  Khawatir Potensi Perang Berskala Besar, Indonesia Desak Semua Pihak untuk Menahan Diri

Adapun Yunani bersikap lebih tegas dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan menghukum anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB). Sebagaimana diketahui Rusia merupakan anggota tetap DK PBB. Yunani juga minta lebih banyak bukti soal keterlibatan Moskow dalam kasus peracunan Skripal.

Sumber: CNNI

Share :

Baca Juga

Internasional

Menlu AS Blinken Nyatakan Komitmen Kuat AS terhadap Indonesia

Internasional

Abaikan Sikap Indonesia, Pemerintah Thailand Dinilai Mengkhianati ASEAN

Internasional

Setelah Saudi, Giliran Cina Gertak NATO: Jangan Bikin Kacau di Asia!

Internasional

Puluhan Ribu Orang Beri Penghormatan pada Paus Benediktus

Internasional

Lima Polisi Tewas dalam Serangan Pemberontak Maois di India

Internasional

Biden Dorong Gencatan Senjata saat Israel Makin Dalam Kuasai Rafah

Internasional

COVID Mereda, Muslim Indonesia dan Malaysia Rayakan Idulfitri

Internasional

Nissa Wargadipura dari Pesantren Ath-Thaariq Garut Raih “FAO Heroes 2024”
error: Content is protected !!