Home / Internasional

Kamis, 12 April 2018 - 07:36 WIB

Trump: Bersiaplah Rusia, Rudal akan Datang di Suriah!

U.S. President Donald Trump speaks with Russian President Vladimir Putin during their bilateral meeting. REUTERS/Carlos Barria

U.S. President Donald Trump speaks with Russian President Vladimir Putin during their bilateral meeting. REUTERS/Carlos Barria

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto/REUTERS

WASHINGTON, LANDAKNEWS – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump memperingatkan Rusia untuk bersiap-siap setelah Moskow bersumpah akan menembak jatuh setiap rudal Washington yang ditembakkan ke Suriah.

“Rusia bersumpah akan menembak jatuh semua rudal yang ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, bagus, baru dan ‘pintar’!,” tulis Trump melalui akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Rabu (11/4/2018).

“Anda tidak seharusnya bermitra dengan binatang pembunuh gas yang membunuh orang-orangnya dan menikmatinya!,” lanjut Trump menyindir Presiden Suriah Bashar al-Assad yang dituduh melakukan serangan senjata kimia di Douma, Ghouta timur, pada Sabtu pekan lalu. Serangan kimia ini dilaporkan menewaskan sekitar 60 orang.

Baca: Dubes Rusia: Setiap Rudal AS yang Serang Suriah akan Ditembak Jatuh

Baca juga  Puluhan Ribu Warga Israel Demo: Netanyahu Menyeret Kita untuk Berperang

Tweeet Presiden Trump ini sebagai balasan atas pernyataan Duta Besar Rusia untuk Lebanon, Alexander Zasypkin, yang memperingatkan Washington untuk tidak menyerang Suriah karena akan direspons oleh militer Moskow.

“Jika ada serangan oleh Amerika, maka…rudal akan jatuh dan bahkan sumber dari mana misil ditembakkan (akan ditargetkan),” kata Zasypkin yang disiarkan stasiun televisi al-Manar, media yang dikelola Hizbullah Lebanon, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (11/4/2018).

“Bentrokan harus dikesampingkan dan oleh karena itu kami siap untuk mengadakan negosiasi,” ujar diplomat Rusia ini.

Dubes Zasypkin, dalam komentarnya mengatakan bahwa argumennya mengacu pada pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin dan kepala staf angkatan bersenjata Rusia.

Baca juga: Waswas Digempur AS, Pasukan Suriah Siaga Tinggi

Militer Rusia mengatakan pada 13 Maret 2018 bahwa pihaknya akan menanggapi setiap serangan AS di Suriah, menargetkan setiap rudal dan lokasi peluncur yang terlibat dalam serangan tersebut.

Baca juga  Saudi Beri Izin Umrah untuk Jamaah Sudah Divaksin Covid

Rusia saat ini menjadi sekutu paling kuat Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Rusia dan AS telah memblokir resolusi satu sama lain yang diajukan di Dewan Keamanan PBB. Resolusi Rusia yang ditolak DK PBB adalah usulan agar Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) menyelidiki wilayah Douma yang diduga jadi serangan senjata kimia.

Sementara itu, Presiden Trump pada hari Selasa waktu Washington membatalkan rencana perjalanan ke Amerika Latin pada akhir pekan ini. Menurut Gedung Putih, Trump memilih fokus pada pengambilan respons terkait insiden di Douma Suriah.

Sumber: Sindo News

Share :

Baca Juga

Internasional

Pakar: Keberagaman Agama dan Etnisitas Harus Dipelihara dan Dipromosikan

Internasional

Tenaga Kesehatan Mulai Divaksin Booster

Internasional

Pertemuan Thailand dan Junta Myanmar Bikin Gempar ASEAN

Internasional

AS akan Ambil Tindakan terhadap Saudi pasca Pemangkasan Produksi Minyak

Internasional

Pakistan Berbagi ‘Bukti Tak Terbantahkan’ dengan PBB, Kaitkan India dengan Terorisme

Internasional

Washington Post: Dianggap Menghalangi Proses Hukum, Trump Bakal Diinvestigasi

Internasional

Top 3 Dunia: Uni Emirat Arab Diguyur Hujan Lebat hingga Belasungkawa Arab Saudi untuk Cina

Internasional

Polisi Malaysia Geledah Apartemen Keluarga Najib Razak
error: Content is protected !!