Home / Internasional

Rabu, 8 Agustus 2018 - 08:10 WIB

Balas Dendam, Milisi Pro-Rezim Suriah Gantung Anggota ISIS

Pemuda Sweida, Suriah, yang dieksekusi kelompok ISIS. Foto/Al Arabiya

DAMASKUS, LANDAKNEWS – Milisi Druze yang pro-pemerintah Suriah menggantung seorang anggota ISIS di Sweida pada hari Selasa. Eksekusi itu sebagai balas dendam setelah kelompok ekstremis tersebut memenggal sandera dari warga Druze.

Kelompok Islamic State atau ISIS telah menculik lebih dari 30 warga sipil Druze, termasuk wanita dan anak-anak dari desa terpencil di Sweida, Suriah selatan kurang dari dua minggu lalu. Penculikan massal saat desa tersebut diserang.

Penyanderaan dan pemenggalan sandera telah memicu kemarahan warga Druze.

“Seorang anggota ISIS ditahan selama serangan terhadap posisi pro-rezim (Suriah) di pedesaan Sweida,” kata Rami Abdel Rahman, Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Baca juga  ICC Keluarkan Surat Perintah Penangkapan terhadap Putin atas Kejahatan Perang Ukraina

Selama serangan itu, seorang pembom bunuh diri ISIS menewaskan empat loyalis pemerintah Suriah. Namun, para anggota milisi Druze berhasil menahan seorang anggota kelompok ekstremis itu.

“Milisi Druze yang setia kepada rezim mengeksekusi petempur ISIS di salah satu lapangan umum di kota Sweida, dengan digantung,” kata Abdel Rahman, seperti dikutip Al Arabiya, Rabu (8/8/2018).

Media lokal, Sweida 24, melaporkan eksekusi gantung disaksikan ratusan orang warga Druze.

Provinsi Sweida adalah jantung dari minoritas Druze, yang mencakup sekitar tiga persen dari populasi pra-perang sipil Suriah atau sekitar 700.000 orang.

Baca juga  Pemilu Indonesia di Luar Negeri Sempat Terganggu Situasi Darurat

Pada 25 Juli, ISIS mengobarkan serangkaian pemboman bunuh diri, penembakan, dan penikaman yang menewaskan lebih dari 250 orang di seluruh provinsi itu. Kebanyakan korban adalah warga sipil.

Dalam serangan itu, para ekstremis juga menculik lebih dari 30 warga Druze. Sumber-sumber lokal mengatakan kelompok itu menggunakan para sandera sebagai alat tawar-menawar untuk menekan pemerintah Suriah agar membebaskan para ekstremis yang dipenjara.

SUMBER: SINDO NEWS

Share :

Baca Juga

Internasional

Kemlu Diserukan Tunjuk Utusan Khusus soal Isu Palestina

Internasional

PBB: Krisis Pangan Akibat Perang Ukraina Dorong Tingkat Pengungsian

Internasional

Wali Kota Kabul: Pekerja Perempuan Harus Tinggal di Rumah

Internasional

COVAX: Jangan Perlebar Kesenjangan Vaksin COVID

Internasional

Puluhan Ribu Warga Israel Demo: Netanyahu Menyeret Kita untuk Berperang

Internasional

Dirjen WHO: China Harus Berikan Data Mentah tentang Asal-Usul Pandemi

Internasional

Indonesia Belum Terima Notifikasi Soal Anak WNI yang Disiapkan Jadi “Pengantin” oleh Abu Sayyaf

Internasional

Indonesia Ketua ASEAN, PBB Lontarkan Kritik Pedas Terkait Myanmar
error: Content is protected !!