Home / Polri

Sabtu, 19 Januari 2019 - 19:44 WIB

Polisi Berikan Pengamanan Acara Ritual Adat di Lapangan Aepak Bola Desa Nyayum

NYAYUM – Tiga Anggota Polsek Kuala Behe Bripka Heri Candra Simatupang,Brigpol Anuar Sadat dan Briptu Riza Nasution ikut hadir dalam kegiatan Acara Ritual Adat (Baremah) Pembukaan Lapangan Sepak Bola di Desa Nyayum Kecamatan Kuala Behe pada hari Sabtu (19/01/19).

Pada kegiatan tersebut hadir juga
Kades Nyayum ( Utun S.Ag ),Temenggung Binua Dait Hilir Ds. Nyayum ( Kalitus Amen ),Pasirah Adat Desa Nyayum ( Sumadi, Gidul Satek dan May ),Bilal / Doa ( Saman, Ayeb dan Anus ), Sekreraris Desa Nyayum ( Ahian ),Kaur perencanaan desa Nyayum ( Samuel ),Kaur Keuangan Desa Nyayum ( Anti katarina ),Kasi Pemerintahan Desa Nyayum (Paulinus sudarso), Kadus Leban ( Reno ),wakil ketua bpd ( Idit ), Ketua Rt 01, Rt 02 Engkalong,Bripka Heri Candra Simatupang sebagi Bhabinkamtibmas Polsek Kuala Behe,Brigpol Anuar Sadat,Briptu Riza Nasution dan masyarakat Desa Nyayum sekitar 75 orang

Baca juga  Muspika Sengah Temila Pantau Penyuntikan Vaksin Covid-19 di Puskesmas Pahauman

Anggota Polsek Kuala Behe memanfaatkan situasi tersebut untuk menyambangi Warga dan memberikan imbauan agar seluruh Masyarakat setempat menjaga situasi Kamtibmas dalam Kegiatan Ritual Adat yang sekarang di sebut dengan nama baremah supaya tidak mengundang kesalahpahaman antar Warga menjadi poin penting dalam pesan Kamtibmas yang disampaikan oleh anggota Polsek Kuala Behe yang ikut hadir di acara tersebut, agar tidak terjadinya keributan pada saat setiap melakukan kegiatan Pertandingan sepak bola ataupun acara kegiatan lainnya

Kegiatan ini perlu didukung oleh kita semua, karena adat istiadat adalah sesuatu prosesi sakral sebagai alat kontrol dan ketahanan sosial. Warisan yang harus dilestarikan, karena adat merupakan kekuatan bagi masyarakat untuk hidup berdasarkan aturan lama yang ternyata sangat efektif.

Baca juga  Personil Polsek Menjalin Amankan Orang Yang Tidak dikenal Memasuki Wilayah Kecamatan Menjalin

Adat mengharuskan masyarakat hidup rukun, damai, saling mengasihi dan saling menghidupi. Suatu peristiwa yang terjadi sebagai akibat dari pelanggaran, tradisi ini sebagai salah satu cara untuk membersihkan diri sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan sebaiknya, sesuai tujuan dan nyaman menjalankan seluruh kegiatan.

Penulis : Heriyanto
Editor: One

Share :

Baca Juga

Polri

Polisi Tidak Bosan-Bosan Sosialisasi Kepada Warga Untuk Cegah Karhutla

Polri

Kunjungan Kerja Di Landak Cornelis Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Polri

Dini Hari Kapolres Landak Datangi Pos Kamling, Ada Apa..?

Polri

Jum’at Pagi, Ini Yang Dilakukan Personil Polsek Mandor

Polri

Kantor Camat Kuala Behe Di Padati Ratusan Warga

Polri

Marilah Kita Lestarikan Hutan Supaya Tidak Membakar Sembarangan Untuk Berladang

Polri

Pesan Kamtibmas, Disampaikan Bhabinkamtibmas Saat Sambang Warga Desa Sungai Lubang

Polri

Kapolda Kalbar Ditengah Ribuan Peserta Fun Bike dan Jalan Sehat Kodam XII Tanjungpura
error: Content is protected !!