Home / TNI

Selasa, 12 Maret 2019 - 20:46 WIB

Pangdam XII/Tpr: Prajurit dan ASN harus Bersikap Netral  Pada Pemilu 2019

Kubu Raya, Selasa (12/3/19) – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, memberikan pengarahan kepada jajaran Dansat/Kabalak, para prajurit dan ASN jajaran Kodam XII/Tpr dalam rangka menghadapi Pemilu 2019, di Aula Makodam XII/Tpr, Jln. Arteri Alianyang, Kubu Raya, Kalbar.

Pangdam XII/Tpr menekankan kepada prajurit agar menjaga netralitas, pada Pemilu 2019. Sanksi tegaspun akan diberikan, jika ada prajurit Kodam XII/Tpr yang ketahuan tidak netral.

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi mengatakan, agar prajurit jangan sampai terpengaruh terhadap pemberitaan-pemberitaan di media sosial yang dapat menggiring kearah ketidak netralan TNI, cukup dibaca saja tidak perlu dikomentari ataupun didiskusikan.

Pangdam juga menegaskan kembali, perihal yang sudah menjadi viral yaitu; tentang tempat ibadah yang membolehkan untuk kegiatan politik, untuk itu prajurit TNI tidak boleh terpengaruh apalagi ikut memback up kegiatan tersebut. Dan apabila menemukan kejadian seperti itu laporkankan kepada pimpinan.

Baca juga  Kodim Timbulkan Semangat Masyarakat Kerja Bakti

“bahwa Pemilu tahun 2019 menjadi Pemilu yang pertama kali terjadi di dunia dimana secara serentak dilaksanakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Legislatif meliputi DPR RI, DPRD Tk.Provinsi dan DPRD Tk.Kabupaten/Kota serta DPD, dengan demikian pemilih harus menjoblos lima surat suara sekaligus,”  kata Pangdam XII.

Selain itu, Pangdam memerintahkan kepada para Dansat agar mensosialisasikan Netralitas TNI kepada seluruh prajurit di satuan masing-masing, pada prinsipnya Netralitas TNI harga mati, sehingga setiap prajurit harus menjunjung tinggi sikap netralitas TNI, lakukan pendekatan kepada masyarakat agar memahami arti pentingnya pemilu,  selain itu para Dansat bukan hanya fokus pada pengawasan obyek vital namun juga harus mewaspadai adanya pengerahan massa, oleh karena itu harus memetakan daerah yang dianggap rawan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan guna terwujudnya Pemilu yang damai. Untuk itu, pasukan TNI satu minggu sebelum pemilu dan satu minggu setelah pemilu harus Standbye on call di titik pengamanan, khususnya  yang sudah di BP kan kepada Polri, agar dipertimbangkan  efektivitas dihadapkan dengan jarak dan waktu tempuh dari satuan ke tempat yang dituju.

Baca juga  Jelang Natal dan Tahun Baru, Pangdam XII/TPR dan Forkopimda Ikuti Rakor Lintas Sektoral

“Saya ingatkan kembali, TNI akan mengawal sukses dan amannya Pemuli 2019 ini, dimulai pentahapan sampai pengiriman logistik ke TPS-TPS, saya akan kerahkan seluruh prajurit sebanyak tujuh Batalyon yang ada di Kodam XII/Tpr untuk mensukseskan Pemilu 2019,” pungkas Pangdam XII mengakhiri. (Pendam XII/Tpr)

Share :

Baca Juga

TNI

Pangdam XII/Tpr Ikuti Peresmian Pembangunan Rumah Dinas SBSN oleh Kasad

TNI

Antisipasi Pelaku Kejahatan Kanit Samapta Pantau Pasar Tumpah Di Serimbu

TNI

Kasdam XII/Tpr Pimpin Sidang Pantukhir Tingkat Panda Penerimaan Taruna Akmil TA 2023

TNI

Kodim Sanggau Terus Berupaya Disiplinkan Masyarakat Jalankan Protokol Kesehatan

TNI

Pangdam XII/Tpr Audiensi Dengan Pengurus Wilayah KAMMI Kalbar

TNI

Pos Satgas Pamtas Yonif 643 Berhasil Gagalkan Penyelundupan Rotan dan TKI Ilegal

TNI

Asops Kasdam XII/Tpr Pimpin Penyambutan Personel Satgas Apter

TNI

Kunjungi Brigif 19/KH, Pangdam XII/Tpr : Tetap Pelihara Naluri Tempur
error: Content is protected !!