Mandor, Dalam penggalangan yang dilakukan oleh Aiptu Tadung pada Orianto Gutama warga Desa Mandor, pada minggu siang (7/4) Aiptu Tadung menyampaikan cara untuk mencegah berita hoax.
“Maraknya peredaran berita hoax di sosial media ini, membuat kami terus mesosialisasikan pada masyarakat agar tidak mudah perprovokasi dan langsung menyebarkan kembali berita hoax tersebut,” tuturnya.
Menurut Aiptu Tadung ada berberapa langkah agar tidak gampang terjebak berita hoax dan lebih baiknya memperhatikan ciri ciri berita hoax.
Pertama, hoax bisa mengakibatkan kecemasan, kebencian dan permusuhan. Kedua, sumber beritanya tidak jelas, medianya tidak terverifikasi, tak berimbang, dan cenderung menyudutkan pihak tertentu.
Ketiga, hoax juga bermuatan fanatisme atas nama ideologi, judul dan pengantarnya provokatif, memberikan penghukuman serta menyembunyikan fakta dan data.
“Yang ada di media sosial itu informasi, belum terverifikasi kebenarannya. Oleh karena itu, jika ada berita di media sosial, baca dengan teliti, klarifikasi kebenarannya, verifikasi dengan cara membandingkan berita yang sama dari sumber berbeda, jangan langsung diterima atau disebar ulang,” kata Aiptu Tadung.
Disinggung mengenai kamtibmas pemilu 2019, Orianto menuturkan untuk diwilayah tempat tinggalnya situasi kamtibmas berjalan aman, kondusif dan damai.
“Saya ucapakan terima kasih atas pengetahuan yang disampaikan, dan untuk situasi kamtibmas saya harapkan akan terus terjaga dengan baik hingga pemilihan nanti dan saya sebagai masyarakat siap mendukung semua program pemerintah dalam menjaga dan memelihara kamtibmas,” ujarnya.
Penulis : Hilarius Aleksander















