NGABANG – Kelompok Tani ” Rejeki Baru ” yang sempat vakum sembilan tahun yang lalu. Senin (24/06/19). Kelompok Tani tani ini mulai kembangkan komuditi Jagung.
Kelompok tani ” Rejeki Baru ” yang dibentuk sejak tahun 2010 di Desa Mandor Kiru Kecamatan Jelimpo ini sempat mengalami pasang surut karena beberapa kendala.
Padahal poktan yang beranggotakan sekitar 20 orang ini memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup memadai.
Diketuai Siron, poktan ini mulanya bergerak di jenis padi sebagai komoditas produksinya. Kemudian di awal tahun 2018.
Setelah mendapat support dari Bhabinkamtibmas Brigpol Viktorius Pridoni, tidak hanya masih memproduksi komoditas padi, poktan ini juga merambah komoditas Jagung sebagai komoditas andalan.
“Dulu tahun 2010, poktan disini (desa Mandor Kiru) seperti jalan ditempat. Namun setelah disupport dan komunikasi baik dengan Pemerintah Desa dan Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Jelimpo. Akhirnya poktan ini mulai bersemangat dan diikuti beberapa poktan lainnya yang juga mulai termotivasi, ” cerita Viktorius.
Dengan memanfaatkan lahan kering milik Pemerintah Desa Mandor Kiru, poktan ini mulai mengembangkan komoditas Jagung Hibrida.
“Ide awalnya dari Pak Viktor, lihat lahan desa yang tidak digunakan, daripada lahan desa dibiarkan menjadi hutan, ada baiknya dimanfaatkan jadi kebun jagung supaya punya nilai lebih, ” jelas Siron.
Dan kini selain Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa Mandor Kiru dan Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Jelimpo juga turut berpartisipasi dalam memotivasi kelompok – kelompok tani yang ada di Desa Mandor Kiru dari kevakuman.
Penulis : Bayu








