NGABANG, KALBAR – Diwarnai kabut asap yang semakin menyebar dan pekat, membuat berang Presiden RI hingga Polda KalBar evaluasi Operasi Bina Karuna Kapuas 1 2019. Kamis (08/08/2019).
Meneruskan apa yang menjadi titik berat instruksi Presiden, Polda KalBar bereaksi dengan lakukan vidcon bahas tentang KARHUTLA (kebakaran hutan dan lahan).
Tidak tanggung tanggung Plh. Kapolda KalBar menyampaikan bahwa:
“Apabila kapolda dan Kapolres jajaran tidak mampu kelola penurunan dan pencegahan KARHUTLA hingga hotspot terus meningkat maka akan dicopot dari jabatannya,” tegas Karoops menyitir pernyataan Presiden.
Sudah 15 hari berjalan Ops Bina Karuna Kapuas 1 berjalan dengan data sebagai berikut :
- Per tgl 1-8/08/2019 1.689 titik hotspot.
- Polres terbanyak Sanggau 367, Ketapang 285 dan Kapuas Hulu 248 titik hotspot.
- Tahun 2019 lebih buruk dari tahun 2018 dan 2017 penanganan Karhutla.
- Pencegahan turun 14%.
- Penegakkan hukum Polres Ketapang 2 kasus, Polresta 2 kasus dan Polres Mempawah 1 kasus.
Penegakan hukum dengan memproses pelaku pembakaran hutan dan lahan menjadi aksi yang harus diterapkan dan dilakukan sebagai penciptaan efek jera.
Hingga berita ini diekspose, vidcon yang dipimpin Irwasda Polda KalBar Kombes Drs. Andi Musa,SH, MH sedang berlangsung sementara Polres Landak dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Asmadi,S.IP, MM beserta Pejabat utama Polres Landak.
Penulis : Suliyanto







