NGABANG, KALBAR – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Dayak Planters melakukan pertemuan perdana, Sabtu (31/08/19), di Rombo Kartio Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat.
Tampak Hadir Wakil Ketua Marselus, Sekretaris Umum (Sekum) Jinto, Dewan Pendiri Heronimus Robert, Dewan Pembina Hendri Syarif Dekisa, dan pengurus serta anggota lainnya.
Wakil Ketua 1 Marselus menegaskan kehadiran LSM. Dayak Planters mutlak didirikan di Kalimantan Barat. Apalagi lembaga ini sudah mendapat surat dari Kemenkumham dan memiliki Aktanotaris.
“Ini adalah kegiatan perdana kita, beranggotakan pengiat kelapa sawit suku dayak se Kalimantan Barat, bahkan ada juga dari luar negara seperti di Sarawak, maupun Kuching Malaysia, ” kata Marselus membuka kata.
Dalam pertemuan perdana, pria kalem ini meminta ada gagasan baik jangka pendek, menengah dan panjang. Namun dalam pertemuan pertama itu Marselus lebih menekankan jangka pendek.
“Pak Kadisbunpun sudah saya koordinasikan terhadap lembaga ini dan beliaupun sangat antusias. Pastinya ini adalah positif bagi pemerintah daerah dan bagi investor yang mau menanamkan modalnya di daerah. Betapa susahnya mencari tenaga tempatan yang berkwalitas melalui lembaga kitalah yang bisa memberikan solusi dan misinya seperti itu, ” beber Marselus.

Dalam acara sederhana itu, Sekum Jinto lebih jauh menjelaskan bahawa kehadiran DPP. LSM Dayak Planters bermula dari group WA berjumlah 265 anggota meminta agar LMS Dayak Planters segera dibentuk dan akhirnya atas kesepakatan bersama lahirlah DPP LSM. Dayak Planters yang beranggotakan pengiat kelapa sawit suku dayak di Kalimantan Barat bahkan diluar negeri Republik Indonesia.
Jinto juga mengusulkan yel yel LSM. Dayak Planters, dimana ia menyebut LSM. Dayak Planters, dijawab anggota berkwalitas jaya. Akhirnya diterima oleh para pengurus dan anggota.
Kemudian, Jinto juga menjelaskan hingga saat ini, keabasahan LSM Dayak Planters sudah sah, karena sudah ada surat dari Kemenkumham dengan Nomor: 008220.AH. 01.07 Tahun 2019. Dan Aktanotaris.
“Kita tinggal menunggu surat dari tanda daftar dari Kemendagri, ” jelasnya seraya mengatakan jika sudah ada berbadan hukum lembaga bisa dipertanggungjawabkan.
Jinto, juga menyinggung tentang deklari LSM. Dayak Planters. Namun sebelum deklarasi harus ada pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Jinto berharap kedepan lembaga yang baru dibentuk tersebut bisa memberikan edukasi pendidikan dan pelatihan bagi anak dan cuci kita. Sehingga akan tercipta Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap pakai.

Ditempat yang sama Dewan Pembina Hendri Syarif Dekisa berharap kehadiran lembaga ini bisa membawa perubahan kemajuan bagi orang orang kampung, karena apa? Karena kita adalah penyerah lahan.
Akhir-akhir ini, lanjut Hendri banyak yang masuk berkerja di Kalbar dari luar Kalbar. Sehingga orang-orang kita yang tamatan SMA maupun S1 tidak diakomudir oleh perusahaan.
“Belum lama lalu saya ikut rapat di Pontianak bersama Disbunhut Prov, BPN, LH, Duknaker. Banyak temuan permasalahan apakah ditenaga kerja, ataupun di manajemen perusahaan, dan konplik lainnya, ” jelas Hendri.
Dari kenyataan itu, Hendri mengaku sedih, terkait para orang tua kita menyerahkan lahan dan minimnya pekerja dari suku dayak, Hendri berharap kepada LSM. Dayak Pranters memberikan masukan kepada pembuat kebijkan perusahaan bagaimana orang-orang dayak bisa kerja disuatu perusahaan.
Hendri tidak lupa meminta kepada pemerintah provinsi dan setiap pemerintah kabupaten membeck up dan kerjasma dengan LSM. Dayak Pranters.
Tidak hanya itu, Hendri berharap kedepan adanya dukungan dari orang partai politik untuk memajukan LSM Dayak Pranters.

“Lembaga kita sudah sah ada badan hukumnya. Tinggal bagaimana kita bisa bekerjasama dengan orang partai politik, agar nantinya bisa lembaga kita ini lebih maju, ” harap Hendri.
Dewan Pendiri Heronimus Robert mengaku bahwa dirinya salah satu pengagas LSM Dayak Planters, bersama teman-teman lainya.
“Tujuan dulu adalah untuk mengumpulkan orang-orang dayak. Karena selama saya kerja 20 tahun sulit mencari orang dayak yang jabatannya Asisten,” jelas Heronimus Robert.
Kemudian, Robert masuk di Sampoerna Agro, orang dayakpun tidak ada diposisi Menejer. Tentu menjadi pertanyaan besar bagi Robert. Ketika dilakukan Traning Centre rupanya ada orang dayak.
Bermula dari itulah, muncul ide-ide bagimana menyatukan orang dayak dalam satu wadah yang semuanya memang dari umumnya pengiat kelapa sawit.
“Kita tidak tau berapa banyak orang dayak kerja dalam satu perusahaan.Ini artinya orang dayak punya satu keahlian level ke asisten ke atas, ” jelasnya.

Dengan adanya lembaga ini, kata Robert, kita bisa mengetahu jumlah orang dayak yang punya komitmen membangun daerahnya dengan catatan bukan hanya mengedepankan putra daerah. Namun lebih punya kwalitas dan punya kemampuan.
“Untuk bisa berhasil harus kita tunjukkan, buktikan bahwa kita mampu, ” jelas Robert.
Kepengurusan DPP. LSM Dayak Planters, Periode 2019-2024:
Dewan Pendiri:
Hendri Kakenang Saad
Marselus
Heronimus Robert
Abraham Isahk Bekalani
Marcelus Haryono
Amuk Haryono
Gregrorius Uus
Jinto
Yohanes
Veronika
Dewan Pembina:
Florentinus Anum
Hendri Syarif Dekisa
Dewan Penasehat:
Antonius Winarso
Sidarsono
Yohanes
Dewan Pengurus:
Ketua Umum: Hendri Kakenang
Wakil Ketua 1: Marselus
Wakil Ketua 2: Benny
Wakil Ketua 3: Amuk Haryono
Sekretaris Umum: Jinto
Wakil Sekretaris 1: Bertholomeus Meyasin
Wakil Sekretaris 2: Hermanus Sudarmiji
Wakil Sekretaris 3: Benediktus Beni
Bendahara Umum:Veronika
Wakil Bendahara 1: Natalia Iyok
Wakil Bendahara 2: Petrus Dayu
Penulis: One









