Home / TNI

Minggu, 20 Oktober 2019 - 05:52 WIB

Jalin Silahturahmi Budaya, Komunitas Paguyuban Etnis di Kalbar Memiliki Agenda Rutin Bersama Wujudkan Kamtibmas

PONTIANAK, KALBAR  – Tarian dearah Papua dengan lagu Sajo-sajo menjadi pembuka acara Silahturahmi Kebudayaan dan Forum Grup Discussion (FGD) di Provinsi Kalimantan Barat.

Berbagai macam paguyuban etnis di Provinsi Kalimantan Barat berkumpul di rumah adat melayu Pontianak, Kamis (17/10).  Terdata 22 Paguyuban Etnis hadir dalam acara Silahturahmi yang dikemas dengan tema “Dengan Semangat Sumpah Pemuda, Kita Rawat Kebersamaan Guna Memelihara Kebhinekaan di Bumi Khatulistiwa”.

Hadir dalam kegiatan, Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono SH MH, Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Asisten II Bidang Sosial Budaya, Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak Prof. Garuda Wiko, Danlanud Supadio Pontianak Marsma TNI Palito Sitorus, Danlantamal Pontianak, Ketua Majlis Adat Budaya Melayu Kalbar Prof. Dr. H. Chairil effendy serta tamu undangan lainnya.

Prof. Dr. H. Chairil Effendy yang membuka acara mengatakan bahwa Provinsi Kalimantan Barat merupakan satu satunya Provinsi di Indonesia yang setiap bulannya paguyuban paguyuban berkumpul untuk bertemu dan berdiskui.

“Saya akan mengutip dari salah satu Profesor di Indonesia yang mengatakan bahwa Provinsi Kalimantan Barat adalah satu satunya Provinsi di Indonesia yang ketua peguyubannya atau tokoh tokoh suku dan etnis yang setiap bulannya mengadakan coffee morning atau pertemuan” ucapnya

Kapolda Kalbar Irjen Drs Pol Didi Haryono SH MH yang turut menjadi narasumber dalam acara FGD ini menyampaikan materi dengan judul Dengan Semangat Sumpah Pemuda Kita Rawat Kebersamaan.

Baca juga  Kapoksahli Pangdam XII/Tpr Hadiri Sertijab Gubernur Kalbar

“Seiring perkembangan Indonesia sebagai negara yang majemuk dengan 1.340 suku dan 742 bahasa. Munculah pemikiran perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan dengan persatuan dan kesatuan bangsa indonesia yang mempunyai tekad untuk membangun bangsa yang dinyatakan secara tegas dengan sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 dengan ikrar Satu Nusa, Satu Bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Kemudian tekad inilah yang mengantar ke pencapaian tonggak sejarah, bersatu padu memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945” ucapnya

Irjen Pol Didi Haryono menerangkan, bahwa Kalimantan Barat merupakan Provinsi terluas ke – empat se – Indonesia, lebih luas dari keseluruhan pulau Jawa dan Bali. Yang memiliki bentangan 1 1/6 pulau Jawa dengan luas wilayah  146.807,90 km2 meliputi 14 kabupaten/kota. 174 kecamatan, 2131 desa/kelurahan.

“Kami memiliki data ada 484 organisasi kemasyarakatan di seluruh Kalbar, 216 yang tergolong aktif. Selain itu terdapat sebanyak 17 organisasi kemahasiswaan, dan 51 organisasi yang bergerak di bidang kepemudaan. Semua organisasi tersebut mewadahi semua golongan masyarakat kalimantan barat yang multietnis, dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan bidangnya” ungkapnya

Lanjut Kapolda, keberagaman yang dimiliki Provinsi Kalimantan Barat haruslah terus terjaga. Kapolda Kalbar juga mengatakan berkat kerharmonisan masyarakat Kalbar dari semua kalangan membuat masalah masalah yang terjadi di Kalimantan Barat dapat diatasi salah satunya yang sempat dialami Provinsi Kalimantan Barat yaitu Karhutla.

Baca juga  Pangdam Hadiri Perayaan HUT ke-62 Pemprov Kalbar

“Kita ketahui beberapa waktu lalu kita mengalami kebakaran hutan dan lahan yang cukup menggangu segala bidang, baik pendidikan, perekonomian dan yang terutama kesehatan. Dalam menghadapi karhutla banyak satuan tugas (satgas) yang dibentuk, salah satunya satgas doa. Satgas doa ini terdiri dari semua agama, suku, etnis dan lainya, semua kompak mendoakan agar turun hujan, dan alhamdulillah sejak awal Oktober ini kita semua sudah dapat menghirup udar yang segar di Kalimantan Barat” jelasnya

Selain itu Kapolda Kalbar juga ada mengingatkan kembali mengenai perkembangan teknologi informasi. Hingga ada efek negatif dari cepatnya persebaran informasi digunakan untuk berita berita hoax. Kapolda juga mencontohkan efek dari berita hoax yang di rasakan Provinsi Kalimantan Barat yaitu pada peristiwa 21-22 Mei 2019 di Pontianak Timur. Kapolda juga memberikan langkah langkah mengantisipasi berita hoax.

Acara silahturahmi kebudayan dan FGD ini diselingi dengan tarian tarian budaya melayu, dayak, jawa hingga sumatera utara.

Turut hadir dalam acara ini Wakpolda Kalbar Brigjen Pol Imam Sugianto M.Si, Irwasda Polda Kalbar Kombes Pol Andi Musa, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go dan Kapolresta Pontianak Kota Akbp Ade Ary.

Penulis: Humas Polda Kalbar

Share :

Baca Juga

TNI

Irdam XII/Tpr Buka Rapat Pimpinan Daerah FKPPI Provinsi Kalbar

TNI

Peduli Terhadap Warga Sebungkuh, Satgas TMMD Beri Pelayanan Kesehatan

TNI

Babinsa Tergabung Satgas TMMD Ke 121 Kodim 1210/Landak.Komsos Kenalkan Simbol Lambang Negara Republik Indonesia

TNI

Babinsa Koramil Sengah Temila Lakukan Pengamanan Vaksinasi Massal di Senakin

TNI

Pangdam XII/Tpr Bersama Forkopimda Dampingi Kunjungan Kerja Kapolri di Satbrimob Polda Kalbar

TNI

Pangdam XII/Tpr Cek Kesiapan Pasukan Pengamanan Kunjungan Wakil Presiden

TNI

Dandim Pangkalan Bun Apresiasi Kegiatan Ekspedisi Bhakti Sosial Marunting Batu Aji

TNI

Koramil 1011-15/Pulang Pisau, Seleksi Paskibra ke Sekolah-Sekolah
error: Content is protected !!