Home / Polri

Minggu, 20 Oktober 2019 - 05:54 WIB

Wakapolda Kalbar Melihat Dekat Tradisi Saprahan Sebagai Ragam Budaya Kalbar

PONTIANAK, KALBAR – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Brigadir Jenderal Polisi Drs Imam Sugianto M.Si menghadiri acara Lomba Inovasi Saprahan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Pontianak menggandeng ibu-ibu PKK. Lomba ini menyambut hari jadi Kota Pontianak ke-248 tahun. Kamis (17/10) bertempat di Gedung Pontianak Convention Centre (PCC).

Disela acara, Mantan Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini mengapresiasi lomba inovasi saprahan ini, ia menuturkan bahwa lomba saprahan yang di adakan pemerintah kota Pontianak sangat bagus untuk menjaga tradisi kebudayaan yang dimiliki oleh Kalimantan Barat.

“Tentunya kita sangat mengapresiasi acara ini, saprahan merupakan tradisi kebudayaan Kalimantan Barat yang harus terus kita lestarikan, terutama kepada generasi generasi muda” ucapnya

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono juga berharap dari agenda ini anak muda di Pontianak dapat mengetahui dan memahami budaya saprahan tersebut. Selain memeriahkan hari jadi Kota Pontianak, lomba Inovasi Saprahan ini digelar untuk melestarikan tradisi dan budaya leluhur.

Baca juga  Patroli Siang Cegah Tindakan Kriminalitas

“Festival saprahan ini merupakan rangkaian kegiatan ulang tahun Pontianak, setiap tahun diselenggarakan oleh ibu-ibu PKK Pontianak sekaligus melestarikan kebudayaan, makan saprahan merupakan tata cara makan leluhur kita pada saat penyambutan tamu, kegiatan-kegiatan dan lain sebagainya. Ini kita selenggarakan tujuannya untuk supaya generasi muda bisa memahami dan mengetahui budaya saparahan ini,” jelasnya.

Tercatat, tradisi saprahan ini telah masuk dalam daftar warisan budaya tak benda. “Saprahan ini juga telah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda. Termasuk pacri, arak-arakan pengantin, supaya ini tidak diklaim dengan daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, yang tutur menghadiri acara itu mengatakan tradisi saprahan sepatutnya harus dilestarikan karena memiliki filosofi atau makna tersendiri.

Baca juga  Masyarakat Buat SKCK,  Kantor Polsek Mandor Penuh

“Makan saprahan itu filosofisnya adalah tidak membedakan antara yang tinggi dan rendah. Saprahan ini merajut silahturahmi makan bersama-sama, ditanamkan juga adalah salah satu budaya mengakrabkan kebudayaan satu sama lain,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar Pemkot Pontianak kedepan dapat terus menampilkan inovasi terbaru hingga tradisi saprahan tersebut tetap hidup dan membudaya.

“Harapannya kedepannya budaya-budaya seperti ini terus dilestarikan jangan sampai terpengaruh budaya asing yang semakin modern, jangan sampai budaya-budaya kearifan lokal yang sudah turun-temurun bisa hilang. Kita juga bisa upayakan itu sebagai rekor muri,” pungkasnya.

Penulis: Humas Polda Kalbar

Share :

Baca Juga

Polri

Patroli Siang Polsek Menyuke, Sambangi Warga Berikan Rasa Aman Dengan Kehadiran Polisi

Polri

Personil Polsek Air Besar Laksanakan Pengamanan Agar Ibadah Umat Nasrani Berjalan Khidmat

Polri

Musdad : Yohanes Terpilih Jadi Ketua DAD Kecamatan Ngabang

Polri

Kapolsek Air Besar hadiri  Kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor

Polri

Melawan saat Ditangkap, Satgas Madago Raya Tindak Tegas 1 DPO Teroris MIT

Polri

Antisipasi Tindak Kriminalitas, Polsek Menyuke Lakukan Patroli Malam

Polri

Bupati Landak Tanam Padi Di Kecamatan Sebangki, Karolin : Punya Handphone Gunakan Untuk Belajar

Polri

HUT TNI ke 76, Polsek Mempawah Hulu Berikan Kejutan
error: Content is protected !!