NGABANG, KALBAR – BKPM (30/10/19). Rabu Pagi,Polres Landak gelar Sosialisasi Rekrutmen Polri yang didampingi oleh Tim Biro SDM Polda Kalbar.
Ada sekitar 300 Siswa/i SMA di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Landak turut memenuhi ruangan BKPM tempat dimana sosialisasi rekrutmen Polri dilaksanakan.
Pada kegiatan tersebut turut hadir Kabag Sumda Polres Landak mewakili Kapolres Landak,Para Kapolsek,Para Bhabinkamtibmas desa serta Tim dari Biro SDM Polda Kalbar yang di Pimpin oleh IPTU Narko Deantoro.
Kegiatan ini dibuka oleh Kabag Sumda Polres Landak KOMPOL Sutikna dimana dalam sambutannya ia menekankan kepada para kapolsek dan para Bhabinkamtibmas untuk menggalakan sosialisasi ini kepada masyarakat terutama kepada pemuda pemudi melalui kegiatan patroli sambang dan dialogis,DDS, dan Sosialisasi di Sekolah sekolah.
“Galakan sosialisasi rekrutmen Polri ini lakukan dengan cara seperti pada saat melaksanakan patroli,DDS,dan sebagai irup upacara pada hari senin di sekolah sekolah guna mensosialisasikan rekrutmen polri yang tidak dipungut biaya, bersih akuntable, transparant dan humanis,agar peserta seleksi anggota POLRI dapat mempersiapkan diri dari sekarang baik fisik, mental, ” tegasnya.
IPTU Narko Deantoro selaku Tim dari Biro SDM pada sambutannya mengatakan bahwa “Untuk masuk menjadi anggota Polri tidak dipungut biaya, bersih akuntable, transparant dan humanis, Polri merekrut putra putri terbaik untuk di didik menjadi anggota Polri”
Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah penyampaian materi oleh Tim BIRO SDM polda kalbar tentang proses penerimaan calon anggota polri, baik dari apa saja yang harus dipersiapkan sebelum tes, tahapan tahapan dalam pelaksanaan tes dimulai dari pemeriksaan administrasi, penelusuran rekam jejak sosial media, psikotes, kesehatan tahap I, Tes akademik berupa pengetahuan umum, bahasa indonesia, dan bahasa inggris, kesamaptaan jasmani, dan kesehatan tahap II meliputi pemeriksaan organ dalam tubuh, dan lain sebagainya.
Iptu Narko Deantoro S. H selaku ketua tim menyampaikan bahwa dalam setiap tahapan tes, diutamakan keterbukaan antara tim penyeleksi dan calon anggota polri yang diseleksi. Calon pendaftar juga diminta untuk mencatat/merekap setiap nilai yang mereka dapatkan selama melaksanakan tes, sehingga nanti saat pencocokan data dengan tim penyeleksi dapat diperoleh data yang valid.
Penulis : Wahyu










