NGABANG – Polres Landak, Selasa (31/12/19), di Ruang Balai Kemitraa Polisi dan Masyarakat (BKPM) Polres Landak, menggelar Press Release Akhir Tahun.
Kapolres Landak AKBP. Ade Kuncoro Ridwan SIK, memimpin secara langsung kegiatan tersebut.
Disaksikan Wakapolres Landak, para pejabat utama Polres Landak, dan para Kapolsek se wilayah Polres Landak.
Ade Kuncoro Ridwan dalam pemaparan awalnya menyatakan pada Sumber Daya Manusia khsusunya tren porsenil di Polres Landak pada tahun 2018 rilnya berjumlah 443 kekuarangan sebanyak 628. Masuk pada tahun 2019 rilnya berjumlah 445 kekurangan sebanyak 626.
“Daftar Susunan Polres Landak Polda Kalbar Tahun 2018 baru terpenuhi sebanyak 443 pers dengan kekurangan sebanyak 628 pers dan pada akkhir tahun 2019 Pers Polres Landak mengalami kenaikan sebanyak 2 pers menjadi 445 Pers,” kata Ade Kuncoro Ridwan.
Sementara itu Sumber Daya Manusia pada presentase pada pangkat yaitu AKP pada tahun 2019 sabanyak 1 orang. Kemudian KOMPOL pada tahun 2019 sebanyak 5 orang. Masuk pada AKP sebanyak 2 orang. Inspektur 33 orang, Brigadiar 403 orang dan PNS sebnayak 1 orang.
“Berdasarkan proporsi kepangkatan, personel Polres landak golongan Bintara memiliki jumlah terbesar yaitu 403 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan 1,7% bila dibandingkan tahun 2018,” jelanya.
Yang membanggakan, lanjut Kapolres, adalah Pencapaian Pengelolaan Organisasi, yaitu 1. Satker Pemenang Lomba Kepatuhan Pelaporan E-LHKPN Wajib Lapor 18 S.D 59 Lhkpn Tahun 2018 Tingkat Polda Kalbar Dengan Nilai Kategori Terbaik 3.
Kemudian 2. Satker Pemenang Kategori Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (Sakip) T.A. 2018 Tingkat Polres/Ta Jajaran Polda Kalbar Kategori Terbaik 1.
Selanjutnya 3. Penghargaan Oleh Kemenpan Rb Kepada Polres Landak Sebagai Unit Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kategori Baik Dengan Catatan Tahun 2018. Kemudian 4. Penghargaan Oleh Kapolda Kalbar Kepada Polres Landak Sebagai Polres Dengan Pencapaian Pembangunan Zona Integritas Menuju Wbk Tahun 2018 Kategori Terbaik 2 Tingkat Polres/Ta Jajaran Polda Kalbar.
Dan 5. Penghargaan Oleh Kementerian Keuangan Prov Kalbar Kepada Polres Landak Sebagai Satker Terbaik Keempat Se-Kalimantan Barat Atas Kinerja Pelaksanaan Anggaran Semester I 2019.
Sepanjang Tahun 2019, Polres landak terus melaksanakan modernisasi di bidang IT antara lain berupa :
Pembangunan Command Center di Polres Landak, dilengkapi fitur CCTV monitoring, Layanan Polisi 110, video analytic, video conference, dan Sistem Aplikasi Pelaporan Sitkamtibmas Online. Dan Aplikasi E-Manajemen Penyidikan menampung data seluruh perkara yang ditangani Polres Landak. Aplikasi telah terintegrasi 100% dari tingkat Mabes sampai Polsek. Keunggulan dari E-Manajemen Penyidikan: 1. kemudahan dan kecepatan 2. tata dokumen mindik 3. kontrol penanganan perkara 4. penilaian kinerja penyidik 5. pusat kumpul-olah-saji data 6. bangun komptetitif penyidik secara objektif.
Selanjunjutnya bidang pengasawan anggota, bila di Jumlah Pelanggaran Disiplin, Kode Etik Profesi Polri, dan Pidana Tahun 2018-2019, pada tahun 2018 Pelanggaran Disiplin ada 8 kasus, diproses 2 kasus dan selesai 6 kasus. Masuk pada tahun 2019 ada 1 kasus, diproses 0 dan selesai 1 kasus.
“Sehingga kasun pada tahun 2019 turun menjadi 87.5%,” tegasnya.
Pelanggaran KKEP pada tahun 2018 ada 14 kasus, diperoses 9 kasus dan selesai 5 kasus. Masuk pada tahun 2019 ada 6 kasus, diproses 2 kasus dan selesai 4 kasus. “Sebanyak 57.14 % turun,” ujarnya.
Pelanggaran Tindak Pidana pada tahun 2018 ada 4 kasus, diproses 3 kasus dan selesai 1 kausus. Masuk pada tahun 2019 ada 2 kasus, diproses 1 dan selesai 1 kasus. “Turun 50 %,” ujanranya lagi.
Jika dilihat jumlah pelanggaran disiplin pada tahun 2019 menurun 87.5% dibandingkan tahun 2018. Sementara jumlah pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KEPP) menurun 57.14% dan pelanggaran pidana menurun 50%.
“Secara umum, hampir seluruh pelanggaran personel Polri menurun, “ tegasnya.
Selanjutnya Kapolres juga Operasi Kepolisian. Sepanjang tahun 2019, Polres Landak melaksanakan 14 Operasi Kepolisian, terdiri atas 3 Operasi Terpusat dan 11 Operasi Kewilayahan.
Operasi Kepolisian Kewilayahan:
- Keselamatan untuk tingkatkan keselamatan masyarakat pasca Pemilu 2019 dan terciptanya kamseltibcarlantas di seluruh wilayah Indonesia;
- Patuh untuk tingkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang kamseltibcarlantas yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia;
- Zebra untuk tegakkan hukum dan tingkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia
- Bina Karuna ( 1 & 2 ) untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan
- Pekat untuk Penindakan dan penegakan hukum terhadap kejahatan/tindak pidana yang tergolong dalam penyakit masyarakat
- Panah untuk penindakan dan penegakan hukum terhadap tindak pidana curat, curas dan curbis.
- Antik untuk penanggulangan dan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba
- Peti untuk penindakan dan penegakan hukum terhadap penambangan tanpa ijin di wilayah hukum polda kalbar tahun 2019
- Jaran untuk penindakan dan penegakan hukum terhadap tindak pidana curanmor di wilayah hukum polda kalbar.
Operasi Kepolisian Terpusat Tahun 2019
- Lilin 2019 – Sejak 23 Des 2019-1 Jan 2020 – Ops Kemanusiaan untuk jamin kamtibmas saat Natal dan Tahun Baru
- Ketupat – Pengamanan Hari raya Idul Fitri – Sejak 29 Mei-10 Juni 2019;
- Mantab Brata – Pengamanan Pemilu 2019 yang dilaksanakan sejak 20 Sept 2018-21 Okt 2019
Masuk Trend lapor 4 jenis kejahatan, yaitu Konvensional : tahun 2018 ada kasus 145 , dan tahun 2019 ada 33 kasus, Trans Nasional: tahun 2018 ada 19 kasus dan tahun 2019 0 kasus, Kekayaan Negara: tahun 2018 ada 99 kausu dan tahun 2019 ada 31 kasus dan Kontijensi: tahun 2018 ada 13 kasus dan tahun 2019 0 kasus.
Selanjtanya kejahatan kekayaan negara, Judi tahun 2018 ada 6 kasus tahun 2019 10 kasus, Illegal Logging pada tahun 2018 ada 4 kasus dan tahun 2019 ada 1 kasus, Illegal Mining pada tahun 2018 ada 13 kasus dan tahun 2019 ada 6 kasus, dan Korupsi tahun 2019 1 kasus dan tahun 2019 ada 2 kasus.
“Jumlah Kejahatan Kekayaan Negara terjadi penurunan 5 kasus (20.8 %) pada tahun 2018 sebanyak 24 kasus dan pada tahun 2019 sebanyak 19 kasus . Jumlah tipikor tahun 2019 meningkat sebanyak 1 kasus, sedangkan kejahatan terhadap kekayaan negara lainnya menurun bila dibandingkan 2018,” bebernya.
Masuk kejahatan Narkoba, pada tahun 2018 ada 33 laporan dan selesai 33 dan pada tahun 2019 ada 29 laporn dan selesai 29.
“Jumlah kasus yang ditangani Sat Narkoba Polres Landak Dari Tahun 2018 Hingga Tahun 2019 mengalami penurunan Sebanyak 1,21%,” kata Kapolres.
Penulis: One











