NGABANG – Guna mencegah berkembangbiaknya Wabah Penyakit DBD Polres Landak lakukan fogging di lingkungan Polres dan Asrama. Jumat (17/1)
Penyakit demam berdarah dengue atau DBD masih sering ditemukan di Indonesia. Faktor utama penularan penyakit ini adalah nyamuk spesifik Aedes aegypti, nyamuk yang memiliki siklus hidup yang dapat bertahan di daerah pedesaan maupun perkotaan.
Aedes aegypti betina dapat bertelur di tempat basah mana saja, meski sangat kecil. Mereka dapat ditemukan di tumpukan sampah di perkotaan, ataupun genangan air di pedesaan. Telurnya juga dapat bertahan di tempat yang kering dalam jangka waktu yang panjang, bahkan hingga satu tahun dan menetas saat terendam kembali dalam air.
Walau bukan metode pencegahan utama, fogging adalah salah satu cara yang masih dinilai efektif untuk membunuh nyamuk Aedes agypti dewasa. Tujuannya adalah untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun.
fogging merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan di Polres Landak, terutama dilingkungan kerja dan pemukiman asrama yang dianggap rawan dapat menyebarkan virus DBD.
Fogging adalah sebuah teknik pengendalian faktor penyakit, khususnya nyamuk, dengan membunuh nyamuk dewasa dan anaknya (jentik-jentik) menggunakan racun serangga. Mesin fogging akan memompa dan menyemburkan racun serangga tersebut dengan cara disemprotkan.
Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro S.I.K. menjelaskan bahwa untuk menghindari serangan DBD, dapat dilakukan tiga hal atau 3M, yaitu menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air, seperti bak mandi, ember, menutup rapat tempat-tempat yang dapat menampung air, seperti kendi, vas, toren air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu juga dilakukan fogging ini juga berguna untuk menghindarai wabah DBD dilingkungan Polres Landak.
“Fogging yang kami lakukan ini adalah bertujuan untuk menekan dan meminimalisir angka dari pada penyakit DBD yang disebabkan oleh kembang biaknya nyamuk, hal ini dilatarbelakangi karena nyamuk itu dapat dengan cepat berkembang biak apa lagi di musim seperti ini, dan di tambah lagi dengan wilayah yang baru saja terendam banjir seperti asrama Polsek Ngabang. “Jelas Kapolres
“Ya harapannya semoga kita semua yang sehari harinya melakukan Rutinitas disini dapat terhindar dari penyakit DBD serta dapat menekan tingginya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini, ” harapnya.
Penulis : Wahyu













