Home / Politik

Minggu, 23 Agustus 2020 - 08:23 WIB

Pemerintah Diminta Buat Kebijakan yang Serius untuk Lindungi Pergerakan Masyarakat agar Tak Frustasi

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta meminta pemerintah membuat kebijakan yang dapat menggabungkan antara protokol kesehatan dengan pergerakan masyarakat, sehingga memberikan rasa aman ke masyarakat.

“Orang sampai pada tingkat frustasi. Kita lockdown mulai pada bulan Maret. Orang frustasi. Ada efek spasial, efek luar. Kalau rumah Anda misalnya kecil, Anda berada terus di situ kebayang tidak,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2020).

Hal itu disampaikan Anis Matta saat berkunjung ke Redaksi Tribunnews pada Kamis (20/8/2020) lalu. Dalam kunjungan itu, Anis Matta diterima oleh Board of Editor Tribunnews.com, Febby Mahendra Putra.

Ketaatan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan saat ini, menurut dia dipertanyakan, karena grafik laju penyebaran virus corona (Covid-19) yang tak kunjung mereda.

Baca juga  Hadapi Ancaman Kebangkrutan, Anis Matta: Indonesia Butuh Revolusi Ekonomi

Apalagi terjadi lonjakan pasien positif Covid-19 setelah pemerintah mengumumkan penerapan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Melihat kasus tersebut ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat semakin kurang patuh akan protokol kesehatan sehingga membuat kasus positif baru terus melonjak.

Satu diantaranya adalah masih banyak masyarakat yang kurang percaya bahwa Covid-19 itu membahayakan jiwa. Bahkan tak sedikit masyarakat yang beranggapan jika virus Corona tidak benar-benar ada.

Terkait hal ini, Anis Matta menilai diperlukan kebijakan yang dapat menggabungkan antara protokol kesehatan dengan pergerakan masyarakat. Sehingga pergerakan masyarakat dalam menjalankan aktifitas sehari-sehari maupun ekonominya berjalan aman.

Artinya, kebijakan yang diberikan jangan memberikan pilihan seperti buah simalakama (serba salah), karena ujungnya sama-sama mati. Supaya pemerintah tidak salah, ia menilai diperlukan klaster scientist untuk menemukan solusi.

Baca juga  Penggelapan Sepeda Motor Terungkap, Pelaku Berhasil Diamankan Polisi

Anis Matta menilai masyarakat telah sampai pada tingkat frustasi menghadapi pandemi Covid-19 ini. Hal itu disebabkan pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di mana masyarakat diharuskan berkegiatan dari rumah.

“Misalnya dalam biaya listrik naik, atau penggunaan data internet naik. Makanya saya bilang, orang sampai tingkat frustasi karena orang tidak dikasih peta jalan,” ucapnya.

“Harus ada cara untuk menemukannya, jangan mempertentangkan antara pergerakan publik dengan protokol kesehatan, kita mesti mencari jalan tengah. Itu tugas klaster tadi. Karena kalau harus memilih, tidak ada jalan yang bagus,” pungkasnya. (r)

Share :

Baca Juga

Politik

Pengamat Nilai Belum Ada Lawan Sebanding untuk Jokowi di Pilpres

Politik

Diusulkan Nasdem Jadi Cawapres Anies,Kini Warga NU Deklarasikan Yenny Wahid Jadi Cawapres

Politik

Demokrat Jatim Beber Alasan Anak Khofifah Mundur dari Partai, Demi Ini

Politik

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar Lasarus Serahkan Bantuan Beras Puan Maharani

Politik

Fraksi Nasdem Tidak Menolak Raperda Kelembagaan Adat Dayak

Politik

Resmi Daftar ke KPU Landak, Pasangan KREN Diantar Ribuan Pendukung Kemeja Kotak-kotak

Politik

PKB Munculkan Duet Marzuki-Risma pada Pilkada Jatim, PDI-P: Risma Harusnya Gubernur

Politik

Survei SMRC: Ganjar Pranowo Kian Unggul Jelang Pilpres 2024
error: Content is protected !!