Home / Politik

Senin, 24 Agustus 2020 - 19:11 WIB

Samakan Persepsi dalam Urusan Keummatan, Kerakyatan, dan Kebangsaan, Fraksi PKS Silaturahim ke Fraksi PKB DPR RI

Jakarta (24/08)  – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI melakukan kunjungan atau silaturahim ke kantor Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, di Gedung Nusantara 1, Jakarta, Senin, (24/08).

Dalam kunjungannya, Fraksi PKS dipimpin Ketua Fraksi Jazuli Juwaini bersama Sekretaris FPKS Ledia Hanifa Amaliah, Anggota Komisi VIII FPKS Bukhori Yusuf, Anggota Komisi II FPKS Almuzamil Yusuf dan Mardani Ali Sera serta Anggota Komisi III FPKS Nasir Djamil.

Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, saat sambutannya mengatakan kedatangannya ke kantor Fraksi PKB DPR RI untuk bersilaturahmi sekaligus juga untuk meminta masukan terkait dengan sejumlah RUU yang diinisiasi Fraksi PKS DPR RI.

“Kedatangan kami yang utama adalah silaturahmi sebagaimana yang sebelumnya dikomunikasikan kepada ketua Fraksi PKB. Dan yang selanjutnya untuk mendapatkan masukan serta *membangun kesamaan persepsi* dengan Fraksi PKB, terkait dengan RUU yang sedang dibahas di Baleg yakni RUU Perlindungan Ulama yang dirubah menjadi RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama,” ungkap Anggota Komisi I DPR RI ini.

Baca juga  Banggar DPRD Landak Gelar Rapat Bersama TAPD Landak Dalam Rangka Pembahasan Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab. Landak T.A 2022

Jazuli menambahkan pihaknya meminta Fraksi PKB untuk menyempurnakan draft yang sudah dibuat oleh Fraksi PKS terutama dalam RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama yang diinisiasi oleh PKS ini.

“Kami minta Fraksi PKB untuk menyempurnakan draft yang sudah kami buat, karena kami mengetahui Fraksi PKB termasuk yang mendukung RUU Tokoh dan Simbol Agama yang kami gulirkan. RUU ini kalau bisa masuk ke Baleg, karena ini banyak menyangkut ulama, kiyai dan tokoh agama yang harus kita lindungi”, tutur Anggota DPR asal Banten II ini.

Lebih lanjut Jazuli mengatakan selain RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama, yang berikutnya terkait dengan RUU Pemilu dan juga RUU Omnibus Law yang kini menjadi sorotan publik.

“Kalau RUU Pemilu salah satu yang menjadi fokus Fraksi PKS adalah pada besaran Parliamentary Threshold (PT). Ada yang mengusulkan 7. Namun kami Fraksi PKS sendiri mengusulkan PT 5. Kami berharap *kenaikan dilakukan secara bertahap atau gradual sehingga penyederhanaan terjadi secara alami, dengan kesadaran, dan tanpa paksaan*. Selain itu juga, Kami ingin proses demokrasi di Indonesia berjalan kondusif dan tidak konfliktual di masyarakat akibat pemasungan politik yang drastis,” tutur Jazuli.

Baca juga  Pj. Bupati Landak Resmikan Gedung GKTI Jemaat Batu Penjuru Ngabang

Sementara itu, terkait dengan RUU Omnibus Law, Jazuli menyadari bahwa Fraksi PKB ini koalisi pemerintah, jadi sikapnya pasti mendukung.

“Namun Fraksi PKS mengajak, agar RUU Omnibus Law yang nantinya dibahas, *tetap dalam koridor konstitusional, mengedepankan kepentingan rakyat kecil dan UMKM, serta menjaga kepentingan dan kedaulatan nasional atas sumber daya dan aset-aset strategis bangsa*,” tegas Jazuli mengakhiri. (R)

Share :

Baca Juga

Politik

KPU Puji Keseriusan Partai Gelora Lakukan Perbaikan Dokumen Persyaratan Calon Peserta Pemilu 2024

Politik

Gelora: RUU Perpajakan Jangan Rusak Pemulihan Ekonomi

Politik

Megawati Lantik Ganjar Pranowo hingga Ahok jadi Ketua DPP PDIP

Politik

Launching Program ‘Cuan Yuk!’, Partai Gelora Beri Pelatihan Cara Membuat Bolu Cempedak yang Enak

Politik

Etnografi Disarankan untuk ‘Digarap’ agar Tidak Ada Lagi Konflik Agama dan Polarisasi Politik Identitas

Politik

Partai Gelora: Pak Luhut Kirim Dong Atlet Indonesia Ikuti Kejuraan WMM agar Bisa Bersaing dengan Pelari Internasional

Politik

Partai Gelora Kecam Tindakan Singapura terhadap UAS, Dinilai Kental Unsur Islamophobianya

Politik

PDI P Mengusung Lasarus Maju Gubernur Kalbar, Karolin : Kader Rapatkan Barisan Dan Wajib Mendukung
error: Content is protected !!