Salman (No 3 Dari Kiri), Foto Bersama Para Angler HWA Warrior Angler Dari Kabupaten Landak. (Foto: One)
PAHAUMAN – Jika kita menyebut nama Kuala Sengah sudah pasti sebagian orang akan mengatakan daerah penghasil Ikan, atau udang. Sebagian lagi mengaku tidak tahu, atau bertanya tempatnya ada dimana.
Ya, Kuala Sengah adalah salah satu Dusun di Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak tepatnya di Desa Sebatih. Ada juga yang mengatakan termasuk di Kecamatan Ngabang persisnya masuk Desa Pakmayam Kecamatan Ngabang. Yang jelas kenyataan dilapangan masyarakat disana dalam 1 rumah status kependudukanya ada menyebelah di Kecamatan Ngabang dan selebihnya Kecamatan Sengah Temila.
Kini, daerah dulunya mata pencarian penduduk pada umumnya nelayan itu, berangsur-angsur masyarakatnya beralih berkebun sawit. Boleh dikatakan mata pencarian sebagai nelayan nomor dua.
Terlepas nomor 1 atau nomor 2. Itu tidak penting. Kuala Sengah adalah sport favoritnya angler dari berbagi daerah terutama para angker dari Kota Pontianak umumnya dan Landak kususnya.
Salman disapa akrab bang Man, salah satu toko masyarakat Dusun Kuala Sengah mengatakan awalnya daerah tidak diperbolehkan memancing lambat laun akhirnya sampai sekarang nama Kuala Sengah dikenal sebagai tempat favorit para angler baik mencari ikan maupun udang.
“Setiap Jumat siang setelah sholat Jumat para Angler berdatangan. Umumnya dari Kota Pontianak. Mereka paling sedit 4 orang paling banyak puluhan orang, ” kata pengumpul ikan dan udang Kuala Sengah ini.
Kadang, para Angler datang pada hari Sabtu, dan mereka pulang pada hari minggu siangnya.
“Rata-rata dari Pontianak atau Landak kebanyakan angler Udang,” kata ayah 2 anak ini.
Terkait sarana, bang Man mengaku di Kuala Sengah memberdayakan semua sampan atau kato milik warga. Disamping ada juga armada milik pribadi Bang Man sendiri.
“Dari hari kehari peminat mancing makin banyak. Saya selalu menyarakan dan tidak pernah bosan-boson kepada warga untuk membuat sampan atau kato. Katena peluang ini sangat menjanjikan,” jelanya.
Maka dari itu, ia meminta kepada warga mengambil peluang baik ini dan jangan disia-siakan demi menambah uang bulanan warga.
“Alam kita sudah mendukung, spotnya bagus-bagus. Kalo tidak didukung sarana sampan atau kato perkembangan yang lebih banyak. Ujung-ujungnya kemajuan daerah kita lambat,” katanya lagi.
Terkait hasil memancing? Tidak dipungikri rata-rata para Angler membiahkan asil minimal 1 kilo Udang. “Itu rata-rata dapat hasilnya. Malah lebih dari 1 kilo. Lain lagi bagi mereka mancing ikan, kebanyakan dapat ikan baung, ” tukasnya.
Penulis: Hrn
Editor: One







