Home / TNI

Sabtu, 20 Maret 2021 - 09:32 WIB

Pangdam XII/Tpr Pimpin Rakor Satgas Penanganan Covid-19 di Perbatasan Wilayah Kalbar

Kubu Raya,(Landak News) – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad  memimpin Rapat Koordinasi Satuan Tugas Khusus Penanganan Covid-19 di perbatasan wilayah Kalimantan Barat. Rapat dilaksanakan melalui video conference dari Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr.

Dalam kesempatan tersebut Pangdam XII/Tpr didampingi Kadinkes Provinsi Kalbar, dr. Harisson. Sedangkan rapat diikuti oleh para Bupati wilayah perbatasan, Dansatgas Pamtas dan Dandim perbatsan, Kepala PLBN Aruk, Jagoi Babang, Entikong dan Badau, Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching.

Usai memimpin rapat, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menjelaskan, untuk mencegah terjadinya tren kenaikan terkonfirmasi Covid-19, sesuai dengan arahan dari Kasatgas Nasional agar dibentuk Satgas, dan telah ditindaklanjuti oleh Gubernur Kalbar dengan mengeluarkan Pergub nomor 250 tanggal 19 Maret 2021 tentang pembentukan Satgas penanganan Covid-19 di perbatasan Kalbar.

“Saya selaku Pangdam ditunjuk sebagai Kepala Satgas dengan didukung beberapa pembantu – pembantu terdiri dari unsur TNI-Polri dan kementerian serta lembaga yang ada di Prov. Kalbar,” jelas Pangdam.

Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, kegiatan hari ini adalah untuk mensosialisasikan bahwa saat ini Satgas Penanganan Covid-19 di perbatasan sudah terbentuk.

Baca juga  Syukuran HUT ke-64, Pangdam XII/Tpr : Mari Kita Bekerja Lebih Baik Lagi

“Oleh karena itu saya perintahkan masing – masing bagian untuk membuat rencana – rencana. Jadi mulai besok semua PMI akan kita layani dengan baik. Pada prinsipnya kita dengan adanya mereka kembali dari Malaysia harus kita perlakukan dengan baik sesuai dengan prosedur pencegahan Covid-19,” kata Pangdam.

Adapun tugas dari Satgas, kata Pangdam, adalah mengawal semua WNI yang akan kembali ke wilayah Indonesia atau juga WNA yang akan masuk ke wilayah kita sesuai dengan apa yang menjadi keputusan pemerintah. Bahwa semua WNI dan WNA yang akan masuk ke wilayah kita harus memiliki administrasi Swab PCR negatif 3 X 24 jam kemudian setelah masuk ke wilayah Indonesia akan dikarantina selama 5 hari.

“Selama di karantina, PMI akan melaksanakan Swab PCR ulang, kemudian apabila dinyatakan negatif bisa kembali, apabila positif maka akan dikarantina lagi selama 5 hari lagi,” ujar Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Untuk tempat karantina, Pangdam XII/Tpr menyebutkan akan disiapkan oleh masing – masing Pemda di wilayah perbatasan. Seperti di Aruk, Pemda Sambas menyiapkan wisma BLK Kabupaten Sambas kemudian juga Wisma Haji yang mampu menampung sekitar 400 orang.

Baca juga  Begini Prosedur Penanganan Pasien Terduga COVID-19 di RSUD Landak

“Dari Kodam juga akan mendukung tenda lapangan dan perlengkapan lainnya,” sebut Jenderal Bintang Dua ini.

 

Diungkapkan oleh Pangdam bahwa saat ini Satgas Penanganan Covid-19 di perbatasan sudah tergelar di seluruh PLBN di wilayah Kalbar.

“Untuk sekarang ini sudah tergelar, di PLBN Aruk itu ada 150 gabungan TNI-Polri dengan kementrian dan lembaga, demikian juga di Entikong. Sekarang hanya tinggal penguatan dari unsur – unsur lainya terutama tenaga kesehatan kemudian pendukung logistik,” ungkapnya.

Sedangkan Kadinkes Prov. Kalbar, dr. Harisson mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalbar telah menyiapkan dua laboratorium untuk memeriksa sampel klinis dari para pekerja migran Indonesia (PMI), yaitu Laboraturium Untan dan Labkesda Kalbar.

“Pemerintah provinsi siap mendukung, kami siap menyediakan slot 150 – 200 pemeriksaan PCR setiap hari untuk para PMI ini,” kata dr. Harisson. (Pendam XII/Tpr)

Share :

Baca Juga

TNI

Pangdam XII/Tpr dan Forkopimda Hadiri Launching Aplikasi Sinar

TNI

Seluruh Koramil di Jajaran Kodim 1210/Landak Lakukan Patroli Gabungan

TNI

Kapoksahli Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Tim Kemenkopolhukam RI

TNI

Danbrig 19/KH Dampingi Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Awal Latihan Ancab YTP R 641 Mempawah, Rabu (7/7/21) – Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 19/Khatulistiwa, Kolonel Inf Fikri Ferdian, S.Sos., M.M. mendampingi Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Awal Latihan Ancab YTP R 641/Bru dari Staf Latihan Angkatan Darat (Slatad) memeriksa kesiapan Yonzipur 6/SD. Pemeriksaan berlangsung di Mayonzipur 6/SD, Anjungan, Mempawah. Tim dari Slatad diantaranya, Paban Ill/Bin Proglatsi Slatad, Kolonel Inf Ignatius Tri Joko Budi S., Pabanopslat Sdirlat Kodiklatad, Kolonel Inf Suparlan Purwo Widodo Utomo, Dirbinlat Pussenkav Kodiklatad, Kolonel Kav Abdul Basid, Dirbinlat Pussenif Kodiklatad, Kolonel Inf Denny Fardani Pamen Ahli Bid Lipengtek Pussenarmed Kodiklatad, Kolonel Arm Soegeng Riadi, S.I.P., dan Dirbindiklat Pusziad, Kolonel Czi Aris Tri Priyanto, S.Sos., M.Si. Danbrigif 19/KH, Kolonel Inf Fikri Ferdian, S.Sos., M.M. dalam kesempatan tersebut mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk melaksanakan Pengawasan dan Pengecekan Kesiapan Lat Ancab YTP R 641/BRU serta untuk memastikan sejauh mana kesiapan satuan. “Selain di Yonzipur, pemeriksaan awal ini juga akan dilaksanakan di Yonif R 641/BRU, Yonkav 12/BC dan Yon Armed 16/Komposit dalam rangka menghadapi pelaksanaan Lat Ancab,” kata Danbrigif. Lanjutnya mengatakan, melalui pemeriksaan secara langsung baik perlengkapan perorangan, Alutsista, materiil maupun kemampuan perorangan prajurit dan satuan dapat memastikan tentang kesiapan satuan dalam menghadapi latihan YTP. “Sehingga apabila terdapat kekurangan dan kendala masih dapat di atasi, dilengkapi dan diberikan solusi pemecahannya dengan harapan pelaksanaan latihan dapat dilaksanakan secara maksimal guna mendapatkan hasil yang optimal,” tutupnya. (Pendam XII/Tpr)

TNI

Tingkatkan Kerjasama TNI dan BUMN, Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan GM PT. PLN Wilayah Kalbar

TNI

Pangdam XII/Tpr dan Forkopimda Melepas Peserta Tour Merdeka 2019

TNI

Alami Kecelakaan Kerja, Yungki Ditolong Satgas Pamtas 407

TNI

Kodam XII/Tpr Terima Sosialisasi Kerjasama Pengelolaan TWP-AD
error: Content is protected !!