Kubu Raya, Kamis (13/5/21) – Panglima Kodam XII/ Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad bersama Prajurit, Pegawai Negeri Sipil dan keluarga melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah atau 2021 Masehi di Masjid Nurul Ikhlas, Makodam XII/Tpr. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri menerapkan dengan ketat protokol kesehatan.
Bertindak selaku imam dan khatib pada Shalat Ied Letkol Inf R.E Hasibuan, M.Ag. Kegiatan kali ini mengambil tema, “Aktualisasikan Nilai-Nilai Puasa Ramadhan, Nuzulul Quran dan Idul Fitri 1442 H/ 2021 M di Tengah Pandemi Covid-19 guna Mewujudkan TNI Kuat, Solid, Profesional dan di Cintai Rakyat”.
Dalam khutbahnya, Letkol Inf R.E Hasibuan, M.Ag., menyampaikan, kita sebagai umat muslim patut bersyukur bahwa selama sebulan penuh telah berhasil menyempurnakan ibadah puasa.
“Disamping kita tetap melaksanakan tugas pokok sebagai prajurit dan PNS serta sebagai istri prajurit namun tidak menyurutkan semangat kita untuk melaksanakan puasa,” kata khatib.
Disampaikan juga oleh khatib, mereka umat muslim yang melaksanakan Shalat Ied, sesuai janji Allah SWT akan mendapatkan ampunan. Allah SWT akan akan menutupi kejelekan umat muslim dengan kebaikan.
“Untuk itu Idul Fitri disunnahkan oleh Rasulullah dirayakan dengan kegembiraan. Umat muslim tidak boleh bersedih dan menangis. Rasulullah mengharapkan pada 1 Syawal ini kita adalah orang-orang yang bergembira ria,” ujar Letkol Inf R.E Hasibuan.
Sedangkan Kapendam XII/Tpr, Letkol Inf Hendra Purwanasari, S.Sos., menjelaskan, ibadah Shalat Idul Fitri oleh keluarga besar Kodam XII/Tpr menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.
“Kami terapkan protokol kesehatan ketat selama pelaksanaan ibadah guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19,” terang Kapendam.
Letkol Inf Hendra Purwanasari mengatakan, sebelum memasuki area masjid para jama’ah Shalat Idul Fitri menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan diwajibkan untuk mencuci tangan.
“Selama melaksanakan ibadah, seluruh peserta Shalat juga diwajibkan menggunakan masker dan membawa sajadah masing-masing. Selain itu jaraknya juga diatur sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata Letkol Inf Hendra Purwanasari.
Kata Kapendam juga, dalam pelaksanaan khutbah waktunya juga dibatasi. Berlangsung singkat dengan waktu kurang lebih 10 menit. Selain itu, pada mimbar khatib juga dipasang pembatas transparan untuk menjaga agar droplet khatib tidak tersebar ke jamaah.
“Khatib juga dibatasi saat melaksanakan khutbah, hal ini juga sebagai wujud pengetatan terhadap protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya mengakhiri.
Turut hadir Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Djaka Budhi Utama, S.Sos., Irdam XII/Tpr, Brigjen TNI Widhioseno, Kapoksahli Pangdam XII/Tpr, Brigjen TNI Ita Jayadi, para Perwira Staf Ahli, para Asisten dan Kabalak Kodam XII/Tpr. (Pendam XII/Tpr)