Home / Nasional

Rabu, 14 Juli 2021 - 10:49 WIB

Kemenkes: Gejala Covid Berat Sebaiknya ke RS Meski Penuh

Petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap pasien Covid-19 di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, (CNN Indonesia/Adi Maulana)

Jakarta, CNN Indonesia – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan pasien covid-19 yang bergejala sedang dan berat harus ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya meskipun penuh. Hal itu dikatakan Nadia merespons tingginya kasus kematian penderita covid-19 saat isolasi mandiri (isoman) di rumah. Ia menduga kasus kematian saat isoman terjadi karena pasien dengan gejala berat memaksakan diri untuk isoman.

“Kalau gejala berat harus dirawat di RS atau Puskesmas memang tidak bisa dilakukan isoman, walau penuh kita tetap lebih baik ke fasyankes. Iya [harus nunggu berjam-jam], antre,” kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/7).

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander K. Ginting juga menyarankan hal serupa. Ia menyebut pasien covid-19 dengan gejala sedang dan berat lebih baik ke RS meskipun harus menunggu di parkiran atau di halaman.

Baca juga  Soal Investasi Tesla di Indonesia, Luhut: Kita Lihat Beberapa Hari ke Depan

Ia menduga banyak pasien dengan gejala berat masih isoman karena menganggap RS tidak lebih nyaman dibandingkan rumah.

“Memang [RS] penuh, tapi di halaman parkirnya kan banyak tenda-tenda. Jadi artinya dalam situasi seperti ini, kita enggak perlu pulang ke rumah hanya gara-gara membayangkan di rumah itu lebih nyaman gitu ya,” ucap dia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/07/21).

Alex mengatakan, meskipun di RS penuh dan tidak nyaman, setidaknya pasien akan mendapat giliran perawatan. Selain itu, di RS juga banyak fasilitas kesehatan yang sewaktu-waktu dibutuhkan ketika terjadi perburukan. “Kendati pun di UGD pun enggak nyaman, ataupun tenda darurat yang dipasang gak nyaman tapi kita kan sudah dibantu dengan oksigenasi, sudah dibantu dengan bantuan cairan infus, sudah mendapat obat antivirus. Kalau di rumah kan nggak dapat,” ucap dia.

Baca juga  Kevin Diks Jabat Tangan Ketum PSSI,Amunisi Timnas Indonesia Makin Bertambah

“Memang tidak secepat tugas paranormal. Kalau dalam paranormal kan langsung cepat. Tapi karena banyak yang datang, banyak yang diurus, semuanya punya tahapan. Tapi paling tidak sudah direspons,” imbuhnya.

LaporCovid-19 mengungkap sebanyak 490 pasien covid-19 meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri (isoman). Data tersebut dimutakhirkan per Selasa (13/7). Rinciannya, 197 orang yang meninggal ketika isoman di Jawa Barat. Kemudian 86 orang meninggal di D.I.Yogyakarta, 63 orang di Banten, 49 orang di Jawa Timur, 46 orang di DKI dan 33 orang di Jawa Tengah. (yla/ugo)

Sumber: CNNI

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Mediator Internasional Mungkin Dibutuhkan untuk Akhiri Penyanderaan di Papua

Nasional

Masyarakat Adat Dayak Se Indonesia Mendukung Pasangan Joko Widodo-KH. Ma’rup Amin

Nasional

Prediksi Pemudik 2023 123 Juta Orang, Menhub: Didominasi Kendaraan Roda Empat dan Dua

Nasional

Menkes: Butuh 3,5 Tahun untuk Vaksinasi Covid-19 Semua Warga

Nasional

Penjabat Gubernur DOB Papua Harus Bebas Kepentingan Politik

Nasional

Menteri Susi Tertidur Pulas di Bandara JFK

Nasional

Kemenkes Temukan 14 Kasus Cacar Monyet di Indonesia

Nasional

Kemendikbud kirim 6.296 guru garis depan
error: Content is protected !!