Home / Nasional

Kamis, 14 Oktober 2021 - 09:49 WIB

Rachel Vennya Kabur Karantina Diduga Dibantu Prajurit TNI

Selebgram Rachel Vennya kabur dibantu prajurit TNI. (Foto: Tangkapan Layar Instagram @rachelvennya)

Jakarta, CNN Indonesia – Kodam Jaya telah melakukan penyelidikan terkait informasi kaburnya selebgram Rachel Vennya dari proses karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta.
Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan dari hulu hingga hilir oleh Kodam Jaya selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Covid-19.

“Dalam arti pemeriksaan dilakukan dimulai dari Bandara sampai dengan di RSDC wisma Pademangan,” kata Herwin dalam keterangannya, Rabu (13/10).

Herwin mengungkapkan berdasarkan penyelidikan sementara, diduga ada anggota yang bertugas di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) membantu Rachel untuk kabur dari proses karantina usai tiba dari Amerika Serikat.

“Ditemukan dugaan tindakan non-prosedural oleh oknum anggota Pengamanan Bandara Soetta (TNI) berinisial atas nama FS, yang telah mengatur agar selebgram Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari luar negeri,” tuturnya.

Herwin mengingatkan, merujuk Keputusan Kasatgas Covid-19 Nomor 12/2021 tanggall 15 September 2021, Rachel tidak berhak untuk mendapatkan fasilitas karantina di Wisma Atlet Pademangan.

Baca juga  Ketua DPRD Landak Menghadiri Final Lomba Karaoke dan Sekaligus Menyerahkan Piala Kepada Pemenang di Desa Mandor, Kecamatan Mandor

Dalam aturan tersebut, yang berhak mendapatkan fasilitas adalah para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia dan menetap minimal 14 hari di Indonesia.

Kemudian, pelajar atau mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar dari luar negeri. Dan terakhir adalah pegawai pemerintah RI yang kembali ke Indonesia setelah melaksanakan perjalanan dinas dari luar negeri.

Lebih lanjut, Herwin menyebut bahwa Mayjen Mulyo Aji selaku Pangdam Jaya dan Pangkogasgabpad Covid-19 telah memerintahkan pemeriksaan terhadap anggota TNI berinisial FS tersebut.

“Proses pemeriksaan dan penyidikan terhadap oknum tersebut akan dilakukan secepatnya,” ucap Herwin.

Selain itu, lanjut Herwin, penyelidikan juga akan dilakukan terhadap tenaga sektor kesehatan, tenaga pengamanan dan penyelenggara karantina.

“Agar diperoleh hasil yang maksimal sebagai bahan evaluasi sesuai dengan SE Satgas Covid-19 Nomor 18/2021 yang mana bahwa tamu/warga yang baru datang dari Luar Negeri wajib melaksanakan karantina selama 8×24 jam,” ucap Herwin.

Baca juga  Danau Toba Tuan Rumah Acara Puncak W20, Isu Perempuan Pedesaan dan Disabilitas Jadi Pembahasan

Sebagai informasi,  Rachel Vennya tengah menjadi perbincangan buntut dugaan dirinya kabur saat menjal ani masa karantina selepas perjalanan dari Amerika Serikat.

Seorang pengguna instagram yang komentarnya diunggah ulang oleh akun @playitsafebaby itu mengklaim bahwa dirinya salah seorang petugas administrasi yang memasukkan data Rachel Vennya kala menjalani isolasi Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) di Wisma Atlet Pademangan.

“Kenapa gue kesel sama dia [Rachel]? karena dia dengan mudahnya lolos karantina sedangkan banyak di sini para TKW yang sudah berumur terpaksa karantina 8 hari, ada orang tuanya yang meninggal, anak meninggal tapi terpaksa harus 8 hari. Sedangkan ini orang dengan enaknya cuma 3 hari,” tulis pengguna instagram tersebut.(dis/wis)

Sumber: CNNI

Share :

Baca Juga

Nasional

Jokowi Tegaskan TAP MPRS Sebut Soekarno Lindungi Tokoh PKI Dicabut

Nasional

ADB akan Bantu Galang Dana untuk Pembangunan IKN Nusantara $32 Miliar

Nasional

Solusi atas Keluhan Petani, Jokowi Akan Dirikan Pabrik Pupuk di Papua Barat

Nasional

Sekitar 70% Pesawat Ditangguhkan karena Risiko Keamanan di Papua, Susi Pudjiastuti Minta Maaf

Nasional

Prabowo Dorong Kampus Kembangkan Industri Pertahanan

Nasional

Jokowi Bakal Jalani Puasa Pertama Bareng Keluarga di Istana Bogor

Nasional

Mayor Teddy Peringatkan Semua Menteri Imbas Ulah Mendes Yandri

Nasional

Polri: Korban Tewas Akibat Longsor di Natuna Jadi 33 Orang
error: Content is protected !!