Home / Polri

Jumat, 3 Desember 2021 - 13:44 WIB

Pembahasan Stunting, Bupati Landak Minta OPD Terkait Segera Beraksi

LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera beraksi dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi melalui 8 aksi konvergensi. Bupati Landak mengatakan bahwa aksi dalam menurunkan stunting ini sudah menjadi Program Prioritas Nasional Tahun 2021 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Prevalensi atau proporsi dari populasi yang memiliki karakteristik yang dalam jangka waktu tertentu tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia yang ditargetkan turun menjadi 14% ditahun 2024. Upaya percepatan penurunan ini menjadi salah satu proyek prioritas dan percepatan penurunan kematian ibu dan stunting masuk didalamnya,” ujar Karolin, rabu (01/13/21).

Lebih lanjut dikatakan Bupati Karolin, intervensi spesifik dan sensitif telah dilakukan banyak namun kasus tersebut masih tinggi.

“Secara keseluruhan kasus Stunting saat ini masih cukup tinggi. Hal ini dikarenakan belum adanya instrumen dalam bentuk kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi dalam penurunan stunting program disasaran penerima manfaat yaitu rumah tangga dengan 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK),” terang Karolin.

Baca juga  Tenggat Makin Dekat, Persaingan Posisi PM Malaysia Memanas

Karolin juga mengatakan bahwa aksi konvergensi harus segera dilakukan oleh OPD terkait dalam menurunkan stunting dengan mengejar penurunan angka stunting di Kabupaten Landak.

“Aksi-aksi ini harus segera dilaksanakan seperti Analisis situasi, Rencana Kegiatan oleh Bappeda, kemudian Rembuk stunting oleh Sekretariat Daerah dan Bappeda, Peraturan tentang Kewenangan Desa serta Pembinaan KPM oleh DPMPD, Manajemen data oleh Bappeda, Pengukuran dan Publikasi stunting oleh Dinas Kesehatan dan terakhir Reviu Kinerja tahunan oleh Sekretariat Daerah bekerjasama dengan Bappeda,” tambah Karolin.

Seperti diketahui bahwa untuk wilayah Kabupaten Landak terdapat 17 desa lokus intervensi stunting yakni Desa Tonang, Rantau Panjang, Sei Segak, Sebangki, Kumpang Tengah, Agak, Bengkawe, Sei Laki, Ansolok, Tembawang Bale, Kelampai Setolo, Meranti, Ampadi, Selange, Moro Betung, Tahu, dan Bengawan Ampar.

Berdasarkan data anak usia bawah dua tahun atau sekitar 0-24 bulan dalam kasus Stunting Kabupaten Landak pada bulan Februari 2021 yang lalu secara keseluruhan ditemukan sebanyak 19,4 persen angka stunting dari 6.475 total anak yang diukur. Sedangkan berdasarkan data dari 16 Puskesmas di Kabupaten Landak tercatat wilayah Puskesmas Sompak memiliki angka persentase paling tinggi yakni 39,6 dan wilayah Puskesmas Jelimpo memiliki angka persentase terendah yakni 10,7.

Baca juga  Polsek Menyuke Bersama Koramil Menyuke, Laksanakan Kurve Bersih-Bersih Halaman Sekolah

“Data anak usia bawah lima tahun atau sekitar 24-60 bulan dalam kasus Stunting Kabupaten Landak di bulan Februari 2021 yang lalu secara keseluruhan ditemukan sebanyak 23,7 persen angka stunting dari 15.925 total anak yang diukur. Sedangkan berdasarkan data dari 16 Puskesmas di Kabupaten Landak tercatat wilayah Puskesmas Kuala Behe memiliki angka persentase paling tinggi yakni 41,3 dan wilayah Puskesmas Semata memiliki angka persentase terendah yakni 14,0,” tutup Karolin.

Penulis: MC

Share :

Baca Juga

Polri

Patroli Polisi Sambang ke Bengkel Motor serta Dialogis Bersama Mekanik

Polri

Patroli Dan Sambang Ke Warga Cara Anggota Polsek Mandor Jaga Situasi

Polri

Kapolsek Kuala Behe Bersama Anggota Bagi  Ta’jil

Polri

Warga Sangat Mendukung Polri Untuk Menumpas Paham Radikalisme

Polri

Anggota Polsek Mandor Laksanakan Pengaturan Jaga Ketertiban Lalulintas

Polri

Strategi dan Minimalisir Karhutla, Ini Yang Dilakukan Satgas

Polri

Dalam Rangka Menjaga Kamtibmas Agar Tetap Kondusif,BPolsek Menjalin Melaksanakan Patroli Malam Hari

Polri

Himbau Warga Melalui DDS
error: Content is protected !!