Home / Politik

Selasa, 11 Oktober 2022 - 11:28 WIB

Partai Gelora Minta Parpol Fokus Atasi Masalah dan Ancaman terhadap Bangsa, Bukan Sibuk Deklarasi Capres

JAKARTA – Sejumlah partai politik (parpol) mulai kasak kusuk untuk mencalonkan calon presiden (capres) pilihan mereka di Pilpres 2024 mendatang. Sejumlah nama pun digadang-gadang, ada Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Puan Maharani dan lain-lain.

Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah, menyinggung mulai memanasnya pencapresan 2024 pasca deklarasi Anies Baswedan sebagai capres Partai Nasdem beberapa waktu lalu.

Padahal, kata Fahri Hamzah, jadwal pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2024 masih setahun lagi, baru dibuka pada 2023 mendatang.

“Saat ini akibat adanya deklarasi-deklarasi pencapresan, mengakibatkan terjadi pembelahan diawal. Politik identitas dan polarisasi di masyarakat mulai marak lagi,” kata Fahri Hamzah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/10/2022).

Berdasarkan jadwal, lanjut Fahri, pencalonan presiden dan wakil presiden baru akan dilakukan pada 19 Oktober 2023 hingga 25 November 2023 mendatang.

Baca juga  Bupati Landak Buka Gerakan Pangan Murah di Desa Amboyo Selatan

“Jadi semestinya, yang dibicarakan terlebih dahulu adalah masalah dan ancaman terhadap bangsa. Setelah matang dibicarakan, baru memunculkan calonnya,” ujar Fahri.

Namu, yang terjadi saat ini, adalah calon presiden duluan yang bermunculan. Calon presiden tersebut, sebagai besar minim ide.” sindir Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 itu.

Dengan menampilkan banyak capres oleh elit politik saat ini, menurut Fahri yang kasihan adalah rakyat. Bahkan ia mengibaratkan seperti sudah pilpres, tapi terlalu dini dan belum waktunya, sehingga yang muncul adalah pertarungan kosong atau ‘pepesan kosong’.

“Para pimpinan negara mungkin sebelum tidur lagi coba sedikit memikirkan akibat pilpres yang terlalu dini tanpa kejelasan ini. Setahun pertarungan kosong yang melelahkan. Pileg juga jadi kosong tidak relevan. Kasian rakyat terbelah sebelum waktunya dalam bahaya,” kata politisi dari Nusa Tanggara Barat (NTB) tersebut.

Seperti diketahui, sejumlah parpol saat ini sudah mendeklarasikan capresnya seperti Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto. Rencananya, Prabowo Subianto akan dipasangkan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres)-nya.

Baca juga  Danramil 1201-11/Ngabang Berikan Surprise Kepada Polsek Ngabang Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 77 Wujud Sinergitas

Terbaru, deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal capres oleh Partai NasDem, disusul Partai Solidaritas Indonesia atau PSI yang menduetkan pasangan Ganjar Pranowo-Yenny Wahid sebagai capres-cawapresnya.

Lalu, sejumlah DPW PPP seperti Banten, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan, serta Sulawesi Selatan juga telah mendeklarasikan mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024.

Selain itu, ada nama-nama lain yang juga digadang-gadang menjadi capres seperti Ketua DPR Puan Maharani, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menparekraf Sandiaga Uno dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (R)

Share :

Baca Juga

Politik

Kaesang Siap Dipasangkan dengan Anies di Pilgub Jakarta

Politik

Soal Rangkap Jabatan, Jokowi Punya Hak Tentukan Nasib Airlangga

Politik

Pemerintah Dinilai Tidak Punya Solusi Fundamental Atasi Krisis Multimensi Saat ini, Solusi yang Ada Sekedar Tambal Sulam Saja

Politik

Revisi UU Desa Ternyata Tidak Masuk Prolegnas 2023, DPR Sendiri Belum Agendakan Usulan Perpanjangan Jabatan Kepala Desa Dalam Waktu Dekat

Politik

Kerajaan Banten Bocorkan Ramalan Prabu Siliwangi Soal Presiden RI 2024, ‘Dia Akan Menghadapi Banyak Rintangan dan Musuh’

Politik

Partai Gelora Fokus Tuntaskan Infrastruktur Teritorial Jelang Pemilu 2024

Politik

Pertemuan Istana dengan TP3, Anis Matta: Sinyal Positif Penegakan Hukum

Politik

Memperkuat Hubungan Partnership RI-AS, Kedua Negara Bisa Tingkatkan Kerjasama Keamanan Regional
error: Content is protected !!