Engkadu, Landak News – Memanfaatkan lahan kosong disatu daerah apalagi kegunaan untuk ciptakan Ketahan Pangan sangatlah besar manfaatnya.
Seperti yang dilakukan Pemerintahan Desa Engkadu dari Dana Desa Tahun 2022 mereka telah meginvestasikan bidang pertanian yaitu “Ketahanan Pangan”.
Dengan luas lahan sekita 3 Ha , bersama masyarakat sekitar Desa Engkadu telah mengolah di lahan yang dimiliki menanam sayur mayur seperti mentimun, terung unggu-hijau, gambas, cabai rawit, dan sayur mayur lainnya.
“Latar belakang kami melakukan kegiatan ini tak lain adanya intruksi pemerintah terkait dari Covid-19. Sehingga setiap desa membuat kebun ketahan pangan,” kata Kepala Desa Engkadu Andirius, kepada Landak News, kemarin di Kebun Ketahanan Pangannya.
Kades yang telah menjabat dua periode ini, bertekad memanfaatkan lahan yang dimiliki desanya itu menjadi salah satu contoh warganya bahwa tanah yang ada di desa mereka bisa bercocok tanam.
- Kades Engkadu Andirius, Ketua Gapoktan Engkadu Batuah Nadiatmoko dan Tenaga Teknis Loren menunjukkan sayuran yang telah siap panen.
“Karena didesa ada lahan tidur tidak dimanfaatkan. Mengapa tidak kita coba lahan ini menjadi lahan produktif, apalagi ini untuk ketahan pangan desa maka kita tanam berbagai jenis sayur mayur,” jelas Anderius didampingi Ketua Gapoktan Engkadu Batuah Nadiatmoko dan Tenaga Teknis Loren.
Dari dana desa tahun lalu 2022 itu, tahap I Pemerintah Desa Engkadu telah anggarkan dana Rp.200.000 juta. Diperuntukan mulai pengolahan lahan, bibit, dan alat pertanian lainnya.
“Mulai kami berkerja dalam pengolahan lahan sejak bulan November tahun lalu. Sampai saat inipun proses pengolahan lahan masih berlangsung. Sambil berjalan, kami belum ada tenaga ahli atau tenaga tehnis. Akhirnya kami hubunggi pak Loren, beliau menyanggupi permintaan kami,” kata Andirius lagi.
Berkat kerja keras, dan keuletan bersama masyarakat, puji tuhan, kata Anderius, pada tanggal 3 Maret 2023, panen pertama pada tanaman sayur mayurnya, tanaman mentimun.
“Lumayanlah dari hasil panen pertama itu bisa untuk menutupi biaya lainnya,” katanya.
Lebih membanggakan lagi, pada tanggal 16 Maret 2023, akan melakukan panen raya di Desa Engkadu, dengan mendatangkan Pj.Bupati Landak Samuel.
“Harapan dengan hadirnya PJ.Bupati Landak kebun ketahan pangan kami ini menjadi contoh bagi masyarakat Kabupaten Landak,” bebernya.
Andirius tidak menapik, mayoritas masyarakat didesa kurang paham untuk berkebun, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa berkebun.
Dari berkebun ketahan pangan ini, dia berharap masyarakat Engkadu bisa bercocok tanam dan memanfaatkan lahan sekitar yang dimiliki.
Ditempat yang sama Ketua Gapoktan “Engkadu Batuah” Nadiatmoko menyambut baik adanya kebun ketahan pangan di Desa Engkadu.
“Becermin dari orang-orang dahulu bercocok tanam di sini tanahnya kurang bagus.alias tahanya tidak subur. Beda dengan sekarang berkat pak Loren, kita berhasil mengolah tanah menjadi subur dan menghasilkan sayur mayur,” kata Nadiatmoko.
Dari hati lubuk paling dalam, bersama 19 anggotnya, dia berharap adanya kepedulian pemerintah Kabupaten Landak khsusnya dinas terkait, bisa memberikan bantuan alat-alat pertanian.
“Selama ini kami selalu sewa alat-alat pertaniannya. Lama-lama ndak mampu juga kami,” aku Nadiatmoko.
Sementara itu ditempat yang sama Tenaga Ahli Loren mengakui pengolahan lahan pertanian di Desa Engkadu adalah yang ke lima yang diusahakannya.
Pertama ada di Tuban Desa Tubang Raeng, Pawis, Jelimpo, Semabak, dan Engkadu.
“Kalau mindset saya dari dahulu tetap membina, membuka lahan, dan usaha kebun. Apalagi dari keterangan kades dan Kadus tanah di sini masih kosong. Makanya setiap membuka lahan kebun tenaganya dari warga setempat dan saya ajarkan bagaimana cara berkebun yang baik dan benar,” tegas Loren.
Dia berharap, dari usaha kebun bersamanya ini, warga sudah punya pengalaman bagaimana cara bercocok tanam.
“Paling tidak kita tidak hanya meminta orang orang. tetapi kita mampu dan bisa berkerja dengan skil yang dia miliki,” ungkap Loren. (One)













