Home / Olahraga

Jumat, 10 Maret 2023 - 13:49 WIB

Kontroversi Kedatangan Delegasi Israel di U-20: Mungkinkah Memisahkan Politik dan Olahraga

Videotron depan Balaikota Solo sudah menampilkan logo resmi Piala Dunia U20, Kamis (9/3). Foto : VOA/ Yudha Satriawan

Videotron depan Balaikota Solo sudah menampilkan logo resmi Piala Dunia U20, Kamis (9/3). Foto : VOA/ Yudha Satriawan

JAKARTA – Dua bulan menjelang pelaksanaan Piala Dunia U-20, proses pengundian peserta grup akan digelar akhir bulan ini. Kehadiran tim sepak bola Israel mulai menarik perhatian. Sejumlah kalangan secara terang-terangan menyampaikan penolakan kehadiran tim iJA

Aksi penolakan kehadiran tim Israel di Piala Dunia U-20 mulai bermunculan. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH. Muhyiddin Junaidi, Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqig, Partai Keadilan Sejahtera PKS hingga ormas yang selama ini mendorong kemerdekaan Palestina telah mendesak pemerintah agar berani mengambil sikap, dengan menolak kehadiran delegasi Israel di Piala Dunia U-20.

Alih-alih penolakan itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus melakukan persiapan. Deputi III Kemenpora, Raden Isnanta mengatakan pemerintah Indonesia selaku tuan rumah berkewajiban menyediakan fasilitas sesuai standar organisasi sepak bola dunia FIFA. Hal lain tergantung sepenuhnya pada FIFA sendiri.

“Kita serahkan pada panitia Piala Dunia U- 20. Panitia dari federasi internasional FIFA. Pemerintah dalam hal ini Kemenpora, tugasnya menyediakan fasilitas dan sebagian besar sudah dilakukan,” ujar Isnanta saat ditemui di Solo, Rabu (8/3). Ditambahkannya, Indonesia tidak akan mengintervensi apapun keputusan FIFA.

Israel adalah salah satu dari 24 tim nasional yang akan bertanding di Piala Dunia U-20 di Indonesia. Israel lolos dengan menempati peringkat runner up di Piala Eropa 2022 setelah Inggris.

Proses drawing atau pengundian pembagian grup peserta Piala Dunia U-20 dijadwalkan akan digelar di Bali akhir bulan ini.

Baca juga  Polsek Menyuke Laksanakan Operasi Yustisi Depan di Depan Mako Polsek

Dilema Indonesia

Pakar Hubungan Internasional di Universitas Sebelas Maret UNS Solo, Dr. Lukman Fahmi Djarwono, Kamis (9/3) mengatakan mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, rencana kehadiran tim Israel di U-20 menjadi dilemma bagi tuan rumah.

“Ini memang ada polemik karena timnas U-20 Israel berdampak pada sejumlah pihak yang menolak kehadiran mereka untuk datang ke Indonesia. Penolak beranggapan Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik, termasuk belum ada kedutaannya di Indonesia. Sejarahnya juga panjang dan kepentingan Indonesia banyak sekali yang memang menuntut untuk tidak mau menerima Israel dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Di sisi lain, sebagai anggota FIFA maka Indonesia tetap harus mematuhi keputusan badan itu. “Indonesia kan anggota FIFA, apapun keputusan FIFA tetap harus dihormati. Kalau menentang keputusan FIFA bisa kena sanksi internasional,” tegasnya.

Posisi Indonesia Sebelumnya

Juru bicara aksi penolakan delegasi Israel di Solo, Endro Sudarsono, merujuk sikap Presiden Sukarno yang melarang tim Indonesia melawan tim Israel dalam kualifikasi Piala Dunia tahun 1958 di Yugoslavia, dan penolakan tim Israel di Asian Games tahun 1962 di Jakarta.

“Sejarah nasional sudah mencatat sikap Presiden Soekarno pada Israel. Kita tetap konsisten terkait rencana delegasi Israel ke Indonesia dalam laga Piala Dunia U 20, mendesak pemerintah dan PSSI menolak kedatangan mereka ke Indonesia,” ujarnya.

Baca juga  Sujud Syukur Warnai Comeback Dramatis Timnas U-19 atas Filipina

Tim aksi penolakan itu telah memasang beberapa spanduk yang menyerukan kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR Puan Maharani untuk menolak kehadiran tim nasional Israel.

Tak hanya di dunia sepak bola, Indonesia juga pernah kewalahan ketika Israel mengirim pemain bulu tangkis Misha Zilberman di Kejuaraan Dunia Badminton tahun 2015 di Istora Senayan, Jakarta. Zilberman berhak tampil karena Israel masuk daftar negara yang berhak jadi peserta di kejuaraan dunia, tetapi ia tidak bisa masuk karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Zilberman sempat tertahan di Singapura dan baru diizinkan masuk setelah Federasi Badminton Dunia WBF mendesak panitia Kejuaraan Dunia Badminton 2015 turun tangan. Ia masuk Indonesia hanya 11 jam sebelum bertanding.

Deputi III Kemenpora Raden Isnanta mengatakan olahraga sedianya tidak ada hubungannya dengan politik. Tetapi menurut Dr. Lukman Fahmi, teori dan praktik di lapangan seringkali berbeda, dan setiap langkah memiliki risiko.

“Tiap negara yang sudah menjadi anggota dari organisasi internasional harus patuh ke kebijakan organisasinya itu, terlepas dari desakan domestik. Kecuali memang sudah ada nego antara pemerintah dengan organisasi”, pungkas Lukman.[ys/em]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Olahraga

Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kab. Landak Terhadap Nota Keuangan dan RAPERDA tentang RAPBD Kab. Landak T.A 2023

Olahraga

Messi Jadi Penyelamat, Sevilla Gagal Permalukan Barcelona

Olahraga

Ketua Umum PSSI Erick Thohir Cari Direktur Teknik dari Jerman untuk Gantikan Indra Sjafri

Olahraga

Kalah Telak di Laga Perdana, Pelatih Filipina Puji Kualitas Liga 1 yang Sukses Jadi Tulang Punggung Timnas U-19 Indonesia

Olahraga

Kesaksian Pelatih Indonesia Indra Sjafri soal Kericuhan yang Terjadi di Final Sepak Bola SEA Games

Olahraga

Thailand Dilibas, Indonesia Makin Dekat ke Piala Asia U-16

Olahraga

Menanti Hukuman FIFA, Media China Ketakutan Timnas Indonesia Dapat Poin di Kandang Jepang

Olahraga

Target Penjualan Tiket MotoGP 2022 Masih Belum Tercapai
error: Content is protected !!