Home / Olahraga

Rabu, 29 Maret 2023 - 11:15 WIB

PSSI dan FIFA Berencana Bahas Protes Anti-Israel Piala Dunia U20

Aksi penolakan tim Israel dalam Piala Dunia U20 oleh sejumlah orang di DPRD Solo, Selasa (7/3). (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

Aksi penolakan tim Israel dalam Piala Dunia U20 oleh sejumlah orang di DPRD Solo, Selasa (7/3). (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

JAKARTA – Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berencana untuk berdiskusi dengan pejabat FIFA setelah pengundian Piala Dunia U20 yang dijadwalkan akan berlangsung di Bali ditunda di tengah protes atas keikutsertaan Israel pada turnamen tersebut.

Erick Thohir, mantan ketua Inter Milan, akan terbang ke Zurich untuk melakukan pembicaraan, kata anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga.

Indonesia akan menjadi tuan rumah turnamen yang melibatkan 24 tim itu mulai 20 Mei-11 Juni. Namun, PSSI pada Minggu (26/3) lalu mengatakan pihaknya telah membatalkan pengundian yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (31/3) setelah gubernur Bali menolak menjadi tuan rumah tim Israel.

Wayan Koster mendesak Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk “mengadopsi kebijakan yang melarang tim Israel berkompetisi di Bali” karena konflik dengan Palestina, lapor media, mengutip surat yang dikirim oleh Koster.

Baca juga  4 Fakta Timnas Indonesia Usai Kalah dari Argentina, 7 Pemain Abroad Isi Starter hingga Catatan Unik Garuda Tahan La Albiceleste selama 24 Menit

Kantor Koster tidak segera menanggapi permintaan komentar. Gubernur tersebut mengatakan kepada media pada Senin (27/3) bahwa dia mengikuti “sikap pemerintah.”

Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel dan sejumlah pengunjuk rasa baru-baru ini mengadakan unjuk rasa di Jakarta, menuntut Israel tidak diizinkan untuk berpartisipasi.

Pembatalan undian tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa Indonesia mungkin akan kehilangan hak tuan rumahnya untuk turnamen tersebut. Akibatnya olahraga di Tanah Air semakin terpuruk mengingat Indonesia pernah diskors FIFA selama satu tahun hingga Mei 2016 karena campur tangan pemerintah.

Baca juga  HUT Pemprov Kalbar Ke-65, Wakil Ketua DPRD Landak: Momentum Bagi Pemprov Kalbar Untuk Membawa Kalbar Lebih Baik.

Indonesia juga berusaha membangun kembali reputasinya setelah terjadi tragedi Kanjuruhan pada tahun lalu yang menyebabkan kematian 135 penonton pasca polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan.

Arya mengatakan, PSSI berharap melalui koordinasi dengan pemerintah dapat dicari solusi agar politik dapat dipisahkan dari olahraga.

Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, dikutip oleh kantor berita Antara mengatakan pembicaraan ketua PSSI berarti “setidaknya FIFA akan memahami posisi Indonesia.” [ah/rs]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Olahraga

Heri Saman Membuka Turnamen Sepak Bola Natal Cup 2022 di Gombang

Olahraga

Legenda Barcelona Desak Cristiano Ronaldo Kembali ke Real Madrid Setelah ‘Ditipu’ Al Nassr

Olahraga

Atlet Renang Binaan PRSI Landak Sabet 12 Emas

Olahraga

Media Vietnam Kesal Keisuke Honda Pilih Nantikan Laga Timnas Indonesia

Olahraga

Perdana Menteri Kamboja Marah Besar, Sampai Ancam Coret Cabor Sepak Bola

Olahraga

Wendi Jayanto,SH Pimpin Badan Pemadam Api Swasta Ngabang Periode 2021-2025

Olahraga

Atlet Tenis Meja Landak Sabet 2 Mendali Emas

Olahraga

Banjir Tangis Bahagia Pemain Argentina Usai Juara Piala Dunia 2022
error: Content is protected !!