Home / Nasional

Sabtu, 10 Juni 2023 - 08:42 WIB

Indonesia, Malaysia Akhiri Sengketa Perbatasan Laut

JAKARTA, LANDAKNES.ID – Indonesia dan Malaysia menandatangani sejumlah pakta pada Kamis (8/6) yang mengakhiri beberapa sengketa perbatasan laut yang sudah berlangsung lama dan setuju untuk meningkatkan kerja sama guna memerangi tindakan diskriminatif yang sangat merugikan terhadap minyak sawit.

Presiden Indonesia Joko Widodo yang sedang berkunjung dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyaksikan penandatanganan dua perjanjian penting tentang penetapan batas laut teritorial kedua negara di bagian Selat Malaka dan di Laut Sulawesi.

Pakta lain yang ditandatangani termasuk rencana untuk meningkatkan penyeberangan perbatasan, memperkuat perdagangan perbatasan dan kerja sama dalam promosi investasi.

Jokowi terbang pada Rabu ke Kuala Lumpur setelah kunjungan singkat ke Singapura, didampingi oleh istri dan sejumlah menteri kabinetnya.

PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Jokowi di tengah KTT ASEAN di Labuhan Bajo. (Foto: Courtesy/Biro Setpres)
PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Jokowi di tengah KTT ASEAN di Labuhan Bajo. (Foto: Courtesy/Biro Setpres)

Kunjungan dua harinya itu untuk membalas lawatan Anwar ke Indonesia pada Januari lalu, tak lama setelah Anwar menjabat.

Baca juga  PPATK Sebut Ada Indikasi Dana Mengalir ke Aktivitas Terlarang

Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan empat mata mereka, kedua pemimpin mengatakan penandatanganan perjanjian akan memberikan landasan yang kuat untuk negosiasi batas laut di masa depan.

Mereka mengatakan mereka berkomitmen untuk menyelesaikan masalah-masalah perbatasan darat pada Juni 2024.

Kedua pemimpin juga menegaskan kembali sikap mereka untuk bekerja sama secara erat guna memerangi “tindakan diskriminatif ” Uni Eropa yang sangat merugikan terhadap minyak sawit.Mereka mendesak Uni Eropa untuk berusaha menemukan “resolusi yang adil dan merata.”

Baca juga  Jokowi Dikabarkan Reshuffle Kabinet Besok, Ini Nama-Nama yang Beredar

“Kami akan berbicara dalam satu suara untuk membela industri kelapa sawit,” kata Anwar dalam konferensi pers.

Uni Eropa memperkenalkan undang-undang baru tahun ini yang melarang impor komoditas yang terkait deforestasi, yang diperkirakan akan menghantam Malaysia dan Indonesia.

Kedua negara, yang bersama-sama menghasilkan 85% dari produksi minyak sawit global, dilaporkan mengirim misi bersama ke Brussel minggu lalu untuk mencoba dan menyelesaikan masalah ini dengan Uni Eropa. [ab/uh]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

Hari Jantung Sedunia: Mengenali Kesehatan Jantung Melalui Deteksi Dini

Nasional

Jokowi Minta Menteri Kabinet Indonesia Maju Tidak Korupsi

Nasional

Sri Mulyani: Kita Sudah Pelajari Fenomena Jebakan Negara Kelas Menengah

Nasional

Sejarah Pemilu di Indonesia: Jejak Demokrasi dalam Sorotan Waktu

Nasional

Jokowi Sentil Gaya Hidup Mewah Anggota Polri: Rem Total

Nasional

Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Nasional

152 Orang Etnis Rohingya Tiba di Pantai Labu Deli Serdang, Sumut

Nasional

Bio Farma Teken Kerja Sama Pengembangan Vaksin dengan Dua Perusahaan Amerika
error: Content is protected !!