Pontianak – Dulu sempat heboh, Sutarmidji alias Midji akan berpasangan dengan Karolin Margret Natasa di Pilgub November 2024. Hari ini semua terjawab, dua tokoh Kalbar itu dipastikan berpisah setelah keduanya mendaftar ke Partai Demokrat tadi siang. Sama-sama daftar setelah partai AHY ini buka pendaftaran Cakada.
Emang kapan bersatunya, kok tiba-tiba berpisah? Maksudnya, berpisah tingkat Pilkada. Karol lebih memilih Pilkada Landak. Sementara Midji memilih Pilgub Kalbar. Karol kembali ngincar kursi Bupati yang membesarkan namanya. Midji ingin kembali menjadi orang nomor satu Kalbar. Jadi, spekulasi Midji berpasangan dengan Karol, tak terbukti. Keduanya berjalan masing-masing.
Yang menarik, siapa pasangan putri sulung Cornelis nanti? Sekarang orang berebut ngincar wakil kalau calon bupatinya kuat. Termasuk Karol yang pernah melawan otak kosong, eh salah kotak kosong maksudnya masih sangat digdaya di Landak. Sangat wajar apabila ramai ngincar berduet dengan Sekretaris PDIP Kalbar ini.
Sejumlah nama muncul, sebut saja Aris Ismail, Ketua DPC Demokrat Landak. Nama Aris memang ramai dibicarakan. Karol pun daftar ke partai bintang merci ini. Apakah ini indikasi Karol berpasangan dengan Aris? Belum tahu wak. Hanya spekulasi saja.
Selain itu, dua tokoh politikus senior Landak, Minsen dan Tapanus juga disebut. Dua politisi ini jelas basis massa. Sangat membumi. Apa lagi sama-sama kader banteng, punya peluang besar mendampingi Karol.
Cuma, mau ditaruh di mana Heri Saman yang juga gencar ingin maju. Ketua DPRD Landak ini dekat dengan Lasarus. Seandainya Heri benar mau maju, berarti bersiap melawan Karol. Emang berani? Emang kuat logistiknya? Kalau kuat, moggo.
Kalau pun Heri tak maju, memilih dukung Karol, apa posisi yang akan diincarnya? Ketua Dewan lagi? Bila ini diincarnya, sudah ada Herculanus Heriadi, Ketua PDIP Landak. Pilihannya, maju sebagai Bupati atau cukup jadi anggota dewan saja. Lasaruslah yang bisa menjawabnya ni.
Beralih ke Midji, sudah daftar ke Demokrat. Mantan Gubernur ini sudah mengumumkan wakilnya, Ria Norsan. Cuma, reaksi resmi Norsan belum ada. Apakah ia setuju dipasangkan dengan Midji lagi. Infonya, beliau akan maju ngincar KB1 juga. Dugaan saya, Norsan masih bersama Midji.
Urusan tiket Midji tidak ada persoalan. Nasdem hampir dipastikan pengusung utama. Ditambah PKS juga. Golkar dan PKB yang pernah mengusung Midji belum ada tanda-tanda kembali bersama.
Ketua Golkar Kalbar, Maman Abdurahman infonya akan maju juga. Alasannya, ia peraih suara terbanyak di Pemilu Dapil Kalbar 1. Selain itu, putusan MK, Dewan terpilih dibolehkan ikut Pilkada tanpa harus mundur dari kursi DPR RI. Maman akan men-chalenge dirinya di sini. Kalau terpilih, namanya bersinar terang di Kalbar. Tak terpilih, ia bisa melanjutkan kariernya di Senayan. Enak posisi beliau ni. Soal logistik, eh jangan ditanya, tak berseri.
Pesaing terberat, Lasarus. Posisinya sama dengan Maman. Sama-sama peraih suara terbanyak di Dapilnya. Kesempatan bagi Ketua PDIP Kalbar ini untuk bertarung. Terpilih bisa tenar, tak terpilih kembali lagi ke Senayan. Tiket dan logistik tak jadi masalah buat politisi yang sukses mengkader anak kadungnya terpilih sebagai anggota DPRD Kalbar.
Siapa lagi? Oh…Muda Mahendrawan, hampir lupa. Kalau si Menanjak ini beda sendiri wak. Ia memilih jalur independen. Jangan dikacau. Mantan Bupati Kuburaya ini asyik dengan jalannya. Tak ada drama soal perahu, tiket, mahar, koalisi. Fokusnya sekarang sedang mengumpulkan puluhan ribu fotokopi KTP warga. Tim nya sudah lama bergerak mengumpulkan fotokopi ini.
Muda berpengalaman jalur independen. Siapa tahu, jalur murah meriah ini bisa kembali mengantarkan namanya ke tampuk kekuasaan. Siapa wakilnya? Sampai saat ini belum ada saya dengar. Kalau saya, gimana wak? Hahaha…ngarap. Becanda wak.
#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar











