Landak, Kalbar – Berita gagalnya tim sepak bola Persilan mengikuti Suratin Cup di Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi viral di media sosial & media online.
Ketua Harian KONI Kabupaten Landak, Cahyatanus, akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu ini.
Menurutnya, keikutsertaan Persilan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pengkab PSSI Landak, yang diketuai oleh Herculanus Heriadi, dan dibina oleh Erani.
Dalam keterangannya, Cahyatanus menyatakan bahwa setiap Pengkab yang akan mengikuti turnamen wajib berkoordinasi dengan KONI.
Biasanya, KONI akan menyarankan agar diajukan proposal untuk keperluan dana dan dukungan.
“Selama ini, semua proposal yang masuk ke KONI selalu kami respon dan kami bantu meskipun tidak sepenuhnya,” ujar pria yang juga mantan anggota DPRD Partai Nasdem ini.
Cahyatanus menegaskan bahwa gagalnya Persilan mengikuti Suratin Cup tahun ini disebabkan oleh miskomunikasi dan keterlambatan pengajuan proposal.
Proposal yang diajukan ke KONI terlambat dibuat karena pihak PSSI Landak menunggu surat dari PSSI Kalbar sebagai dasar pembuatan proposal.
Selain itu, terdapat persyaratan bahwa Pengkab PSSI harus aktif dengan SK yang masih berlaku, yang hingga kini belum diperbarui.
Sebagaimana terdata di KONI Landak ada beberapa Pengkab masa Kepengurusan nya masih bermasalah atau dengan kata lain belum ada SK Defenitif sebagai Legalitas salah satu nya PSSI, dan menurut data Kepengurusan Pengkab PSSI Landak juga sudah Berakhir, Kewenangan menerbitkan SK ada di Pengprov masing-masing.
Di sisi lain, pelatih Persilan, Ery Wahyudi, juga memberikan penjelasan terkait kehebohan ini.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan pernyataan di media sosial atau media online terkait masalah dana yang menyebabkan Persilan mundur dari turnamen.
“Saya hanya menyampaikan di grup WhatsApp anak-anak bahwa Persilan tidak jadi berangkat karena keterbatasan biaya. Tidak saya sangka, itu ternyata menjadi viral,” ujarnya.
Ery menyebutkan, sejak awal dirinya telah membuat proposal dan berkomunikasi dengan pihak PSSI Landak serta Ketua Harian KONI Landak, Cahyatanus, meski akhirnya persiapan terburu-buru karena menunggu surat dari provinsi.
Cahyatanus pun menambahkan bahwa selama dua kali berturut-turut pada ajang Porprov, KONI Landak telah berhasil meningkatkan prestasi, bahkan menjadi runner-up pada 2023, tepat di bawah Kota Pontianak. (One)









