Home / Uncategorized

Senin, 25 November 2024 - 07:59 WIB

Prabowo: Kami Ingin Membuat Sovereign Wealth Fund RI Jauh Lebih Besar …

Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed (MBZ) di Abu Dhabi, Sabtu (23/11/2024).

Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed (MBZ) di Abu Dhabi, Sabtu (23/11/2024).

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah Indonesia ingin mendorong agar sovereign wealth fund (SWF) atau lembaga keuangan pengelola dana abadi yang dimiliki Indonesia menjadi lebih besar.

Hal itu ia sampaikan saat bertemu Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed al Nahyan (MBZ) di Abu Dhabi, UEA pada Sabtu (23/11/2024) waktu setempat.

Mula-mula, Presiden Prabowo mengundang UEA untuk aktif berpartisipasi dalam ekonomi Indonesia.

Ia kemudian mencontohkan saat UEA membantu pembentukan Indonesia Investmant Authority atau INA beberapa waktu lalu.

“Kita bisa bekerja di beberapa bidang, dan kami ingin mengundang UEA untuk aktif berpartisipasi dalam ekonomi kami. Sebagai contoh, kami terima kasih kami pernah dibantu dalam mendirikan sovereign wealth fund kami, yang sekarang , INA,” ujar Prabowo dilansir tayangan YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (24/11/2024).

“Tapi kami akan memperbesar ini, kami ingin membuat sovereign wealth fund kita (yang dimiliki RI) jauh lebih besar, dan kami juga ingin belajar dari pengalaman UEA,” tegasnya.

Presiden juga bilang, ada empat hal pokok yang ingin diprioritaskan dalam pemerintahannya mendatang.

Yakni keamanan dan ketahanan pangan, ketahanan energi, industrialisasi dan hilirisasi.

“Prioritas saya dalam pemerintah yang saya pilih ke depan adalah pertama, untuk menjamin keamanan dan ketahanan pangan. Kedua, ketahanan energi. Dan selanjutnya untuk melaksanakan industrialisasi, processing dari semua bahan-bahan kita di Indonesia, supaya mendapat nilai tambah,” ungkap Prabowo.

Baca juga  Sambangi Kantor Desa Salaas Kapolsek Mempawah Hulu Himbau Aparatur Desa

“Ini berarti kita ingin melaksanakan industrialisasi yang sangat besar. Dalam hal ini kami melihat, baik UEA dan Indonesia punya kepentingan banyak yang sama,” lanjutnya.

Kepala Negara menyebut, Indonesia melihat Presiden MBZ sebagai pemimpin yang berhasil memajukan UEA.

Sehingga Indonesia ingin belajar dan selalu berhubungan baik dengan UEA.

Diketahui, INA yang merupakan lembaga sovereign wealth fund Indonesia telah dibentuk pada 2021 lalu di bawah pemerintahan Presiden ke – 7 RI, Joko Widodo.

Sementara itu saat ini pemerintah juga membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Salah satu fungsi pembentukan Danantara ialah untuk menarik dan mengelola investasi, fungsi yang sebenarnya sama dengan INA.

Pihak BPI Danantara baru-baru ini buka suara terkait perbedaan fungsi badan dengan INA

Wakil Kepala BP Danantara Kaharuddin Djenod mengatakan, Danantara memiliki fungsi yang lebih luas dan komprehensif dari INA.

Bukan hanya menghimpun dana investasi, Danantara juga akan mengelola dan mengoptimalkan dana investasi, serta mengkonsolidasikan aset-aset yang saat ini berada di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“(Danantara) ini INA yang di-expand, INA yang dibesarkan, INA yang dilengkapi. Jauh lebih besar,” kata Kaharuddin, ditemui di Gedung Danantara, Jakarta, Selasa (19/11/2024).

Oleh karenanya, INA akan menjadi salah satu dari lembaga keuangan yang bakal bergabung ke dalam Danantara.

Lebih lanjut Kaharuddin bilang, ide konsolidasi penggabungan perusahaan pelat merah dengan lembaga investasi ke dalam satu badan muncul dengan melihat dua entitas investasi Singapura, GIC dan Temasek.

Baca juga  Bupati Landak Tekankan Pentingnya Kesadaran Politik bagi Generasi Muda

“Temasek dengan GIC itu digabungkan menjadi satu bentuk besar, raksasa yang dinamakan Danantara, di mana ide ini adalah ide Presiden (Prabowo) langsung,” tutur Kaharuddin.

Adapun saat ini, Danantara mulai melakukan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan pelat merah yang bakal menjadi bagian dari Danantara.

Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund

Sebagai informasi, berdasarkan dokumen profil Danantara yang diterima Kompas.com, pada tahap awal beroperasi, lembaga tersebut bakal menaungi 7 perusahaan pelat merah.

Terdiri dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan Mining Industry Indonesia (MIND ID), BUMN Holding Industri Pertambangan.

Ketujuhnya dipilih merupakan BUMN dengan kepemilikan aset terbesar dari total 47 BUMN yang ada saat ini.

Dengan membawahi 7 BUMN besar dan INA, aset kelolaan Danantara pun ditaksir mencapai Rp 600 miliar dollar AS atau sekitar Rp 9.480 triliun (asumsi kurs Rp 15.800 per dollar AS).

Hal ini sekaligus menjadikan Danantara sebagai SWF ke-4 terbesar di dunia.

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Kasus Batu Ginjal pada Anak Meningkat, Ini Penyebabnya Kata Ahli

Uncategorized

Latih Berani Tampil di Muka Umum, TK Kartika XVII-13 Sintang Gelar Lomba Fashion Show

Uncategorized

Menikmati Papeda dengan Cara Tradisional

Uncategorized

Heny Dukung Polsek Mandor Untuk Berantas Dan Cegah PUNGLI
politisi pkb

Uncategorized

Politisi PKB: Jangankan 1 Bulan, 3 Bulan Gaji Saja Saya Siap untuk Rohingya

Uncategorized

Harga TBS di Kalimantan Barat

Pemda Landak

Pj Bupati Landak Buka Orientasi PPPK Di Lingkungan Pemda Landak Tahun 2023

Uncategorized

Suami Sering Open BO, Puluhan IRT dan Ibu Hamil di Bogor Positif HIV
error: Content is protected !!