Home / Polri

Rabu, 9 April 2025 - 00:16 WIB

Disangka Bercanda, Remaja 17 Tahun Ini Ternyata Tenggelam dan Tak Pernah Kembali

Landak, Kalimantan Barat — Senin siang yang seharusnya penuh tawa dan kebersamaan berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga FMA (17), seorang remaja yang datang berlibur ke Riam Angan Tembawang, Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak.

FMA ditemukan tak bernyawa setelah sebelumnya sempat dikira hanya bercanda saat menyelam.

Hari itu, 7 April 2025, sekitar pukul 13.20 WIB, FMA bersama teman-teman dan keluarganya mengunjungi salah satu tempat wisata alam yang terkenal di wilayah itu.

Setelah bersantai dan makan bersama, FMA berpamitan kepada keluarganya untuk mandi di titik kedua Riam Angan yang diketahui memiliki kedalaman sekitar 4 meter.

Namun, tak disangka, momen bermain air itu menjadi kenangan terakhir yang tak akan pernah terlupakan.

Saat menyelam, FMA tak kunjung muncul ke permukaan. Awalnya, keluarga dan teman-temannya mengira remaja itu hanya bercanda — sesuatu yang biasa dilakukan anak seusianya. Lima menit berlalu.

Baca juga  Bhabinkamtibmas Polsek Menyuke Melaksanakan Pengamanan Rutin Hari Minggu di Gereja

Gelak tawa berubah jadi kepanikan. Seruan panggilan berubah jadi tangis. FMA menghilang di dalam riak air yang tenang namun menyimpan duka.

Pencarian dilakukan dengan tergesa. Beberapa saat kemudian, tubuh FMA ditemukan sudah dalam keadaan tak sadarkan diri, mengenakan celana pendek hitam — tubuhnya terbujur kaku, tak merespons.

Ia segera dibawa ke Puskesmas Jelimpo, namun harapan itu sirna. Hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa FMA telah meninggal dunia.

Menjelang petang, pukul 18.10 WIB, tubuh remaja malang itu dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Purnama II, Gang Eka Putra, Kecamatan Pontianak Selatan, menggunakan mobil ambulans milik Puskesmas.

Isak tangis keluarga menyambut kepulangannya — kali ini bukan dengan tawa, tapi dengan luka yang dalam.

Baca juga  Kapolsek Mandor Bersama Forkopimcam Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Kapolsek Ngabang, AKP . Zuanda, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian.

“Begitu kami dapatkan informasi, saya perintahkan anggota segera menuju lokasi. Kami juga mengamankan area agar tidak memakan korban lainnya,” ujarnya.

Mengenai proses hukum, pihak kepolisian juga telah menyiapkan visum atau surat penolakan visum bila keluarga memilih untuk langsung memakamkan FMA.

Hari itu, air Riam Angan Tembawang tak hanya membawa arus alam, tapi juga membawa pergi satu jiwa muda — dan meninggalkan kenangan yang tak akan pernah bisa kembali. (*)

Share :

Baca Juga

Polri

Kanit Samapta Polsek Sebangki Ajak Warga Cegah Hoaks dan Peredaran Narkoba

Polri

 Bhabinkamtibmas, Tidak Ada Kata Terlambat Cegah Karhutla

Polri

Anggota Polsek Sengah Temila Terus Lakukan Sosialisasi Saber Pungli

Polri

Warga Siap Melawan Virus Corona

Polri

Sambangi Daniel Warga Dusun Penawar Desa Sekilap

Polri

Ditengah Hangatnya Kopi Malam, Polisi Pererat Silaturahmi dengan Warga

Polri

Kapolsek Menyuke Hadiri Deklarasi Pemilu Damai 2024

Polri

Kapolsek Kembali Hadiri Kegiatan Tolak Bala Di Desa Salatiga
error: Content is protected !!