Home / Kalbar

Minggu, 28 September 2025 - 10:06 WIB

Norsan Bantah Isu Minta Perlindungan Prabowo: Saya Diminta Pimpin Gerindra Kalbar

PONTIANAK, Landak News
Dugaan bahwa Ria Norsan bergabung dengan Partai Gerindra demi mencari perlindungan politik dari jeratan kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Sekabuk – Sei Sederam dan Jalan Sebukit Rama – Sei Sederam di Dinas PU Kabupaten Mempawah tahun 2015, dibantah tegas olehnya.

Dalam jumpa pers di Pendopo Gubernur Kalbar, Jumat (26/09/2025), Norsan menegaskan bahwa bukan dirinya yang meminta masuk Gerindra, melainkan partai berlambang garuda emas itu yang lebih dulu menawarkan posisi Ketua DPD Gerindra Kalbar, bahkan sebelum nama Yuliansyah muncul.

“Nah inilah simpang siur berita. Saya dulu Ketua Golkar (Kalbar). Memang selama ini saya diam, tidak berbalas pantun. Makanya saya diminta teman bertemu media, supaya berita tidak liar,” ujarnya.

Norsan bercerita, setelah dikeluarkan dari Partai Golkar ketika hendak maju Pilkada, ia tidak lagi berhak menggunakan kendaraan politik itu. Saat itu ia didukung PDIP, Hanura, dan PPP. Namun jauh sebelum itu, Gerindra sempat lebih dulu menawarkan kursi Ketua DPD.

Baca juga  Kapendam XII/Tanjungpura Lakukan Silaturahmi di Malam  Bulan Suci Ramadhan

“Sebelum Yuliansyah, saya sudah ditawari jadi Ketua Gerindra Kalbar. Cuma saya bilang, nanti dulu. Saya berjuang di Pilkada dulu. Kalau saya menang, saya masuk. Kalau saya kalah, ya sudah menikmati hari tua,” jelas mantan Bupati Mempawah dua periode itu.

Norsan melanjutkan, setelah memenangkan Pilkada, ia menepati janji dengan bergabung ke Gerindra. Ia bahkan sempat dijadwalkan menerima KTA di Hambalang bersama delapan gubernur lain, namun berhalangan hadir karena sakit.

“Setelah itu saya dipanggil Sekretaris Gerindra Pak Ahmad Muzani untuk menerima penyerahan KTA. Saya datang ke sana dan menerima KTA itu,” terangnya.

Terkait isu bahwa kehadirannya ke Hambalang dikaitkan dengan permintaan perlindungan dari KPK, Norsan membantah keras. Menurutnya, ia sudah bergabung dengan Gerindra jauh sebelum kasus ini kembali mencuat.

Baca juga  Ketua KPU Kabupaten Landak Apresiasi Kinerja Wartawan Sukseskan Tahapan Pilkada 2024

“Kasus ini pernah muncul 2018, tapi tenggelam. Baru muncul lagi tahun 2025, setelah saya dilantik jadi gubernur. Kalau tidak salah tanggal 23 April 2025. Padahal saya dilantik 20 Februari 2025, dan sebelum dilantik saya sudah dapat KTA. Jadi bukan karena kasus, bukan minta pembelaan,” tandasnya.

Sebagai informasi, jumpa pers tersebut digelar menyusul penggeledahan KPK di tiga lokasi berbeda, yakni Rumah Dinas Bupati Mempawah, rumah pribadi Norsan di Jalan Erlangga Pontianak, serta Pendopo Gubernur Kalbar, yang tidak menghasilkan bukti signifikan terkait dugaan rasuah proyek jalan tahun 2015. (R)

Share :

Baca Juga

Kalbar

Gubernur Kalimantan Barat Dukung Penuh Kegiatan Bubor Paddas KMKS 2025 dan Silaturahmi Akbar Mahasiswa Sambas

Kalbar

Gubernur Kalbar Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Ingatkan Pentingnya Persatuan Bangsa

Kalbar

Kodam XII/Tanjungpura Gelar Sosialisasi Bakti TNI Tahun Anggaran 2018, Ini Penjelasan Kapendam

Kalbar

Penerbangan Pontianak-Kuching Kembali Dibuka, Dorong Penguatan Kerjasama  & Konektivitas

Kalbar

Konferensi Pers: Bawaslu Sanggau Umumkan 1642 Pengawas Siap Awasi TPS

Kalbar

Karolin-Gidot Kedepankan Kearifan Lokal dalam Mengelola SDA di Kalbar

Kalbar

Kalbar Baru Miliki Tujuh Badan Narkotika

Kalbar

Polres Sekadau Kembali Akan Gelar Vaksinasi Massal
error: Content is protected !!