Home / Polri

Jumat, 3 Oktober 2025 - 16:15 WIB

Cegah TPPO, Wagub Krisantus Serukan Kolaborasi dan Keseriusan Bersama

PONTIANAK, Landak News – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri kegiatan Supervisi dan Sosialisasi Peraturan Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang digelar di Ruang Presisi Lounge, Lantai 2, Polda Kalimantan Barat, Jum’ at (3/10/25).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Krisantus menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengantisipasi sekaligus menangani kasus TPPO di wilayah Kalimantan Barat.

Menurutnya, Kalbar memiliki posisi strategis sekaligus rawan karena menjadi daerah sumber sekaligus transit perdagangan orang dengan tujuan ke berbagai negara, antara lain Tiongkok, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Arab Saudi. Berbicara tindak pidana perdagangan orang tidak hanya menyasar para korban yang bekerja di luar negeri namun juga yang berada di dalam negeri baik antar Provinsi, antar Kabupaten dan Kabupaten/Kota dan Antar Kabupaten dan Provinsi.

Baca juga  Antisipasi Banjir, Polsek Kuala Behe Pantau Debit Air Sungai

“Pertemuan hari ini sangat penting karena kita membentuk Gugus Tugas yang nantinya akan menjadi perangkat struktural dalam menangani kasus TPPO secara terpadu. Kalimantan Barat memiliki garis batas yang cukup panjang dengan banyak titik yang sulit terpantau, sehingga membuka celah bagi para pelaku TPPO menjalankan modus operandinya,” ujar Krisantus.

Lebih lanjut, Krisantus menyampaikan apresiasi terhadap langkah sigap Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dalam melakukan penindakan kasus TPPO. Meski demikian, menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, terutama dalam hal koordinasi, sinkronisasi antarinstansi, serta keterbatasan anggaran.

“Kita melihat penindakan oleh Polda Kalbar sudah menunjukkan tren yang semakin baik. Tinggal bagaimana memperkuat koordinasi dan sinkronisasi antarinstansi. Hari ini juga kita mulai memetakan permasalahan yang muncul di lapangan,” jelasnya.

“Terkait koordinasi antar lembaga sebenarnya bisa dilakukan dengan baik dan intens. Hanya saja, kita perlu mencari jalan keluar untuk masalah pendanaan. Itu yang menjadi kuncinya,” tegas Krisantus.

Baca juga  Penjabat Bupati Landak Sampaikan Pidato Pengantar Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD T.A 2021 Ke DPRD Kabupaten Landak

Menutup arahanya, Wagub menegaskan kembali pentingnya sinergisitas kebijakan, program, dan kegiatan di semua lini sebagai kunci utama dalam upaya memberantas perdagangan orang.

Ia berharap tim Supervisi dari pusat dapat menindaklanjuti pertemuan ini dengan rapat lanjutan yang lebih fokus pada solusi konkret, khususnya terkait pendanaan pemulangan korban lintas provinsi serta penguatan koordinasi teknis antar lembaga.

“Dengan adanya komitmen terpadu dari Gugus Tugas dan seluruh pihak terkait, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimis dapat menutup celah bagi para pelaku TPPO serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Polri

Personel Polsek Bersama Camat Hadiri Pengukuhan Paskibra Kecamatan Sebangki Tahun 2018

Polri

Pelajar Di Kecamatan Kuala Behe Selalu Siap Patuhi Disiplin Memakai Masker

Polri

Lomba Bhabinkamtibmas Humanis di Polres Landak Polsek Mandor Raih Juara Tiga

Polri

Harapan Bhabinkamtibmas Untuk Tokoh Pemuda

Polri

Bhabinkamtibmas Polsek Meranti Ajak Warga Hidup Sehat

Polri

Patroli Dialogis Polsek Menyuke Himbau Tukang Parkir Agar Waspada Curanmor

Polri

Sabhara Polsek Menyuke Himbau Warga Untuk Stop Punggutan Liar

Polri

Ibunda Ketua DAD Meninggal Kapolsek Air Besar Turut Hadir Melayat
error: Content is protected !!