Ngabang, Landak News – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto menegaskan bahwa program penanaman jagung bukan semata-mata program Kepolisian Republik Indonesia (Polri), melainkan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan penanaman jagung di Kabupaten Landak, Sabtu (07/03/26), di Jelimpo, Pipit Rismanto mengatakan bahwa Polri hanya berperan memberikan dukungan melalui asistensi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat dalam menjalankan program tersebut.
“Ini bukan bisnisnya polisi. Tanggung jawab ini adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Pipit.
Menurutnya, upaya pengembangan sektor pertanian, termasuk penanaman jagung di Kalimantan Barat, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, apabila di suatu wilayah belum terdapat kelompok tani (keltani), maka Polri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan mendorong pembentukan kelompok tani guna mendukung pengelolaan pertanian secara terorganisir.
Selain itu, program penanaman jagung juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Kami bersama Forkopimda akan membantu membentuk kelompok tani jika di suatu daerah belum ada. Ini juga bisa menjadi salah satu alternatif lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” jelasnya.
Kapolda juga mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama mendukung program tersebut demi meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di daerah. (LN)









