Home / Pemda Landak

Senin, 9 Maret 2026 - 00:33 WIB

Pemkab Landak Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung Serentak di Jelimpo

JELIMPO, LANDAK NEWS – Pemerintah Kabupaten Landak menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan melalui kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026 di Desa Nyiin, Kecamatan Jelimpo, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan bersama jajaran Polda Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada jagung nasional.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan jagung saat ini menjadi komoditas strategis yang tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku utama pakan ternak. Karena itu, perluasan areal tanam dinilai penting agar daerah tidak bergantung pada pasokan dari luar.

Menurut Karolin, Kabupaten Landak mencatat luas tanam jagung mencapai 5.485,2 hektare pada 2024. Sementara pada 2025 ditargetkan meningkat menjadi 8.135,7 hektare atau bertambah sekitar 3.000 hektare dalam satu tahun.

“Jika target tersebut dapat tercapai, kontribusi Kabupaten Landak dalam memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Barat tentu akan semakin besar,” ujar Karolin.

Ia menegaskan program peningkatan luas tanam jagung tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi tekanan fiskal. Dari total APBD Landak sekitar Rp1,2 triliun, daerah ini mengalami pemotongan anggaran hingga Rp240 miliar.

Baca juga  Sekda Landak Buka Workshop Keuangan Inklusif Karya Ekonomi Komunitas Kalimantan Barat

“Kita memang menghadapi keterbatasan anggaran, tetapi sektor pangan tidak boleh berhenti. Justru dalam kondisi seperti ini, sektor pertanian harus tetap menjadi perhatian utama,” katanya.

Karolin menambahkan, pemerintah daerah juga berencana melaksanakan tanam perdana jagung dalam bulan ini untuk melengkapi demplot yang telah ada. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan perluasan areal tanam benar-benar berjalan di lapangan dan tidak hanya bersifat seremonial.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi petani. Di antaranya kenaikan harga bibit dan pupuk yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah. Selain itu, terdapat perbedaan harga jual jagung di tingkat pembeli.

Menurutnya, Bulog membeli jagung dengan harga sekitar Rp5.500 per kilogram, sedangkan pengepul lokal dapat mencapai Rp7.000 per kilogram.

“Kalau biaya produksi meningkat sementara harga jual di tingkat petani tidak stabil, tentu semangat masyarakat untuk menanam bisa menurun. Karena itu perlu dicari solusi yang tetap menguntungkan petani,” ujarnya.

Karolin menilai jagung memiliki peluang besar karena relatif mudah dibudidayakan dibandingkan beberapa komoditas lain. Namun keberhasilannya tetap memerlukan pengawasan dari hulu hingga hilir, mulai dari ketersediaan benih dan pupuk, pengendalian hama, hingga kepastian pasar.

Baca juga  Satuan Tugas Satgas TMMD Ke 121 Kodim 1210/Landak Gunakan Alat Berat Pasang Gorong-Gorong Di Desa Engkangin

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus terlibat, mulai dari aparat, kelompok tani, pelaku usaha hingga pemerintah provinsi dan pusat. Kuncinya ada pada kolaborasi,” katanya.

Dalam mendukung program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menyalurkan bantuan benih jagung untuk lahan seluas 150 hektare di Kabupaten Landak. Pemerintah daerah berharap dukungan serupa dapat terus ditingkatkan agar perluasan areal tanam berjalan lebih cepat dan merata.

Selain itu, Karolin juga menilai penguatan sektor jagung perlu diiringi dengan pengembangan hilirisasi, terutama pada sektor peternakan ayam.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar jagung tidak hanya berhenti sebagai hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari rantai ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita ingin gerakan tanam jagung ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi produksi maupun dampak ekonominya, sehingga benar-benar memperkuat ketahanan pangan dari desa,” tutupnya. (***)

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Bupati Landak : Warga Tionghoa Landak Jalin Kebersamaan

Pemda Landak

Paska Suami Bunuh Istri, Mempawah Hulu Aman dan Kondusif

Pemda Landak

Wabup Landak Hadiri Apel Kesiapan Bencana di Mapolres Landak

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Tinjau Pelayanan Perekaman KTP di Dua Kecamatan

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Membuka Pencanangan PIN Polio Secara Serentak

Pemda Landak

Hadiri Perayaan HUT ke-25 Yon Armed Ngabang, Pj. Bupati Landak Ajak Pererat Kerjasama dan Sinergitas

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Hadiri Rapat Paripurna Ke-10 Masa Sidang III Tahun 2024

Pemda Landak

DP2KBP3A Landak Gelar Fasilitasi Forum Pelayanan KRR
error: Content is protected !!