NGABANG, Landak News – Bupati Landak Karolin Margret Natasa membuka Musyawarah Kabupaten (Musorkab) VI Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Landak di Aula Pemda Kabupaten Landak, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Landak Erani, Ketua DPRD Kabupaten Landak H. Heriadi, Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, Ketua Harian KONI Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Saupi, Sekda Landak Heri Adiwijaya, perwakilan Kejaksaan, Dandim 1210/Landak, Danyon Armed 16/Tumbakaputing Ngabang, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata dr. Pius Edwin Wiwin, pengurus KONI Landak periode 2022–2026, pengurus cabang olahraga, KOK, serta para undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Karolin meminta seluruh peserta Musorkab menjaga suasana tetap kondusif agar kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Landak.
Ia menegaskan bahwa KONI harus mampu memahami kondisi saat ini, termasuk tantangan efisiensi anggaran yang menuntut organisasi menyusun skala prioritas dalam pembinaan olahraga.
“Kedepan kita tidak hanya berorientasi pada jumlah medali, tetapi juga pembinaan atlet. Kita mungkin bisa mendapatkan medali, tetapi jika atletnya berasal dari luar daerah, maka tujuan pembinaan tidak tercapai,” ujarnya.
Karolin secara tegas meminta praktik mendatangkan atau “membeli” atlet dari luar Kabupaten Landak dihentikan.
Menurutnya, prestasi olahraga harus dibangun melalui pembinaan putra-putri asli daerah.
“Stop itu semua. Kedepan kita hanya akan memakai putra asli Kabupaten Landak. Kalau belum punya atlet, cari dan bina atlet asli Landak. Jika belum ada, jangan memaksakan diri untuk berangkat,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta Musorkab.
Ia menjelaskan bahwa anggaran pembinaan olahraga berasal dari APBD Kabupaten Landak yang bersumber dari masyarakat, sehingga penggunaannya harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Landak.
Karolin juga mendorong setiap cabang olahraga lebih aktif melakukan pembinaan, sementara KONI berperan sebagai organisasi yang mengelola dan mengoordinasikan seluruh proses pembinaan tersebut.
Untuk menjaring bibit atlet potensial, Pemerintah Kabupaten Landak akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata serta berbagai pihak terkait agar atlet-atlet muda yang memiliki potensi dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, apabila hanya terdapat empat atau lima cabang olahraga yang benar-benar berpeluang meraih prestasi, maka pembinaan akan difokuskan pada cabang tersebut dengan tetap memperhatikan pengembangan olahraga lainnya.
Karolin juga berharap berbagai program pembinaan, termasuk peluang melalui sekolah-sekolah unggulan maupun program pemerintah, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi olahraga sekaligus mengembangkan potensi generasi muda Landak.
Menutup sambutannya, Karolin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Landak akan lebih selektif dalam penggunaan anggaran olahraga, termasuk dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dengan mengedepankan target yang jelas dan objektif.
“Penggunaan anggaran harus sebesar-besarnya untuk masyarakat Landak. Mungkin saya tidak bisa menyenangkan semua pihak, tetapi Pemerintah Kabupaten Landak selalu siap bekerja sama dan mencari solusi agar kita bersama-sama membawa nama baik Kabupaten Landak,” pungkasnya. (HIR)










