NGABANG, LANDAK NEWS — Koramil 1210-06/Ngabang terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah binaannya. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli, pemantauan hotspot, serta sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan Karhutla.
Berdasarkan hasil pemantauan pada Sabtu (22/8/2026), terdeteksi sebanyak 11 titik hotspot di wilayah Kecamatan Ngabang dan Jelimpo. Dari jumlah tersebut, seluruh hotspot berada di Kecamatan Ngabang, sementara wilayah Kecamatan Jelimpo nihil titik panas.
Di wilayah Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, terdapat titik yang masuk dalam klasifikasi tinggi dengan perkiraan luasan lahan sekitar 2,7 hektare. Selain itu, terpantau hotspot dengan klasifikasi sedang dengan perkiraan luasan sekitar 11 hektare.
Menindaklanjuti temuan tersebut, personel gabungan melaksanakan pemantauan dan ground check guna memastikan kondisi di lapangan serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Kegiatan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD dan Damkar, Manggala Agni serta relawan.
Koramil 1210-06/Ngabang juga terus melaksanakan patroli di sejumlah daerah yang dinilai rawan Karhutla. Selain pemantauan, personel turut memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla dan pentingnya mencegah pembakaran lahan yang dapat menyebabkan kebakaran meluas.
Kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat dan sinergi lintas sektor dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla. Dengan patroli dan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas.
Koramil 1210-06/Ngabang berkomitmen terus memperkuat kesiapsiagaan serta bersinergi dengan seluruh unsur terkait dan masyarakat dalam mencegah Karhutla di wilayah Kabupaten Landak. (R)














