SERIMBU, LANDAK NEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menggelar program Gema Membangun Desa (GMD) ke-4 Tahun 2026 di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mendekatkan pelayanan publik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di wilayah pedalaman.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyambut baik pelaksanaan GMD di Desa Serimbu. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Landak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Harapannya nanti ke depan tidak hanya persoalan pelayanan, tetapi juga bagaimana kita bisa menyinergikan pembangunan di Kabupaten Landak untuk mendukung pembangunan Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Karolin.
Karolin mengatakan, kehadiran jajaran Pemprov Kalbar melalui program GMD juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai pelayanan pemerintahan.
“Dengan adanya kegiatan ini mendekatkan pelayanan, karena lebih dekat menjadi lebih mudah dan menjadi lebih murah untuk kita yang ada di Kecamatan Air Besar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Karolin turut menyampaikan sejumlah inovasi pelayanan yang telah dilakukan Pemkab Landak, khususnya dalam bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
Ia menjelaskan, Pemkab Landak telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan lembaga peradilan untuk membantu masyarakat yang menghadapi kendala administrasi kependudukan yang membutuhkan penetapan pengadilan.
“Jadi tidak perlu datang khusus ke pengadilan, datang saja ke Dukcapil, hakimnya yang datang ke Dukcapil. Sehingga Bapak-Ibu tidak lagi terkendala karena memerlukan putusan pengadilan dan tidak tahu bagaimana cara mengurus. Kami yang membantu,” jelasnya.
Selain pelayanan administrasi, Karolin juga menyampaikan pentingnya keberlanjutan pembangunan infrastruktur, terutama ruas jalan provinsi yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat dalam mengangkut hasil perkebunan.
“Jalan yang kita gunakan untuk membawa sawit menuju ke Ngabang merupakan jalan provinsi yang dibangun di zamannya Bapak Cornelis. Mudah-mudahan nanti sedikit-sedikit bisa dicicil pada saat efisiensi sudah selesai,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, pelaksanaan GMD bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan secara langsung di tengah masyarakat.
“Hari ini kita hadir di Desa Serimbu bukan sekadar melaksanakan sebuah acara, tetapi kita hadir untuk membawa pelayanan lebih dekat kepada masyarakat,” ujar Ria Norsan.
Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui dialog dalam kegiatan GMD akan dicatat dan dipilah berdasarkan kewenangan pemerintah, untuk selanjutnya menjadi bahan dalam perencanaan pembangunan.
“Saya meminta agar setiap aspirasi yang muncul dalam dialog nanti dicatat dan dipilah sesuai dengan kewenangan, dan akan kita tindak lanjuti secara terukur. Insyaallah akan kita implementasikan dalam menyusun anggaran pembangunan di tahun 2027 yang akan datang,” katanya.
Pelaksanaan GMD di Desa Serimbu diharapkan tidak hanya memperpendek akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintah, tetapi juga memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menindaklanjuti kebutuhan pembangunan di wilayah pedalaman Landak.(***)














