Home / Nasional

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Target Pembentukan Struktur Kepengurusan 1 Bulan, Gus Kikin Sebut Bisa Jadi Lebih Cepat

Ketum PBNU Terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz setelah menandatangani dokumen dalam Sidang Pleno V Muktamaar Ke-35 Nu di Gedung Serba Guna, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). (NU Online)

JOMBANG, LANDAK NEWS – Pembentukan struktur kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Muktamar Ke-35 NU ditargetkan rampung paling lama satu bulan.

Namun, Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin membuka kemungkinan proses tersebut diselesaikan lebih cepat.

Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU, Prof Ganefri, mengungkapkan bahwa setelah Ketua Umum PBNU ditetapkan, tahapan berikutnya adalah menyusun rencana pelaksanaan formaturan.

Tim formatur mendapat amanah untuk membentuk struktur kepengurusan dalam waktu paling lama satu bulan.

Tim formatur terdiri dari H Abdul Qahar Yelipele mewakili Papua Pegunungan, H Amar Manaf dari Maluku, Prof Mansur Ma’shum mewakili NTB, dan KH Muhammad Wildan Salman dari Kalimantan Selatan.

Selain itu, KH Abdul Ghaffar Rozin mewakili Jawa Tengah, Prof Ganefri mewakili Sumatra, serta tuan rumah KH Abdul Matin Djawahir Tuban.

Baca juga  Pj. Bupati Gutmen Ikuti Rapat Paripurna ke-8 dan 9 Masa Sidang III Tahun 2024 DPRD Landak

Gus Kikin mengatakan target satu bulan merupakan batas maksimal sehingga tidak menutup kemungkinan penyusunan kepengurusan selesai lebih cepat.

“Ya enggak tahu, nanti kita lihat aja. Tapi itu kan target maksimal 1 bulan. Itu kan butuh cepat juga, nanti kita lihat aja. Jadi seharusnyabisa dipercepat,” ujarnya saat ditemui NU Online di Gedung Serba Guna, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, pengisian struktur menjadi pekerjaan awal yang harus diselesaikan sebelum PBNU menjalankan program-program organisasi.

“Programnya tetap aja 1 bulan, itu kita ngisi dulu organisasi. Tanpa itu kita bagaimana mau kerja,” ujarnya.

Terkait empat kandidat Calon Ketum lainnya yang masuk tabulasi, Gus Kikin mengatakan seluruh potensi NU akan diakomodasi dan dioptimalkan.

“Tadi bawa jalan-jalan, itu kita akan coba kita wadahi. Karena itu memang potensi-potensi yang ada itu memang harus kita optimalkan,” katanya.

“Betul, betul. Itu memang NU itu didirikan memang sangat inklusif..Jadi kita kembali lagi di sini,” tuturnya.

Baca juga  As SDM Irjen Dedi Prasetyo Terima Presisi Award Berkat Keterbukaan Rekrutmen Polri

Ia menekankan pembangunan sumber daya manusia, ekonomi, serta pengelolaan tanah NU dengan merujuk pada Qanun Asasi.

“Ada di pembangunan SDM, itu ada di buku Qanun Asasi itu. Nah ini, nanti kita pertimbangkan semuanya supaya semuanya itu nanti bisa berjalan bagus, jadi SDM-nya bagus, dan kemudian yang lain-lain, ekonomi juga itu kita optimalkan, bagaimana ekonomi kita, tanah juga di NU ini,” katanya.

“Jadi buku di situ itu nampak bahwa NU itu di buku itu sangat-sangat inklusif, terbuka.
Nah itu nanti ada persyaratannya, bagaimana masuk ke dalam NU, nah di situ itu kita harus bersatu. Kemudian tidak ada kebersamaan, itu inti dari NU,” lanjutanya. (NU)

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Kapendam : TNI Turunkan Pasukan Khusus, Sandera Berhasil Dibebaskan

Nasional

Cairan Slag Luber, Operasi 1 Tungku Smelter PT SMI di Morowali Dihentikan

Nasional

Di Tengah Protes yang Melanda, Pemerintah Segera Buat Payung Hukum Teknis Pemekaran Provinsi Papua

Nasional

Presiden Jokowi Batal Berkantor di IKN Nusantara,Terungkap Inilah Penyebabnya

Nasional

Dua Anggota TNI-Polri Tewas Ditembak KKB di Puncak Jaya, Polisi Siaga Satu

Nasional

Jadi Tersangka, Simak 6 Pernyataan Kontroversial Johnny Plate Saat Menjabat Menkominfo

Nasional

Kiat Pengusaha Hotel dan Villa Bertahan di Tengah Pandemi

Nasional

Komnas Perempuan: Mendesak, Perbaikan Sistem Pembuktian Kasus Kekerasan Seksual
error: Content is protected !!