NGABANG, LANDAK NEWS – Sebanyak empat titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 9 September 2026 pukul 17.00 WIB.
Dari empat titik tersebut, tiga berada pada tingkat kepercayaan menengah, sedangkan satu titik masuk kategori tinggi. Sementara itu, berdasarkan data SIPONGI per 8 September 2026 pukul 20.16 WIB, tercatat satu titik hotspot di wilayah Landak.
Laporan tersebut merupakan bagian dari pemantauan Posko Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Landak pada 9 September 2026, mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB.
Salah satu laporan hotspot yang ditindaklanjuti berada di Dusun Engkalong, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe.
BPBD Kabupaten Landak menerima laporan kebakaran hutan dan lahan tersebut sekitar pukul 10.40 WIB. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba untuk melakukan penanganan sekitar pukul 13.03 WIB.
Berdasarkan informasi sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare.
Dalam proses penanganan, BPBD Landak melibatkan sejumlah unsur, yakni Polres Landak, Polsek Kuala Behe, Koramil, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Landak, Manggala Agni, serta masyarakat sekitar.
Hingga laporan Posko Tanggap Darurat Karhutla diterbitkan, proses pemadaman di lokasi masih berlangsung.
Selain perkembangan hotspot dan penanganan kebakaran, posko juga melakukan pemantauan terhadap kualitas udara di 16 kecamatan di Kabupaten Landak.
Dalam laporan tersebut disebutkan, kualitas udara pada 9 September 2026 didominasi kategori “berbahaya” dan akan diperbarui kembali pada pukul 15.00 WIB.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap akibat Karhutla dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. (oNe)














