Home / Pemda Landak

Jumat, 14 Juli 2017 - 14:20 WIB

Pekerja Tambang Emas Tewas Tertibun Tanah Longsor

Resi Saputra (20) saat berhasil diselamatan warga. Namun, nyawanya tidak bisa diselamatkan warga, akhirnya meninggal dunia. (Foto: Istimewa)

NGABANG, LANDAK NEWS – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pribahasa sepertinya tepat diberikan kepada Resi Saputra (20) warga Belimbing Kuala Behe pekerja tambang emas, tewas tertimpa tanah galian tanah Peti, Kamis (13/07), sekira pukul 12.30 wib di  Kolong di Dusun Kurnia Desa Semedang Kecamatan Kuala Behe.

“Iya kemarin ada kejadian penambang emas tertimbun tanah di lokasi peti, lokasinya sekitar 2 Km dari Dusun Kurnia. Satu orang meninggal dunia,” ujar Kepala Desa (Kades) Semedang Hitri Yusuf dihubunggi pada Jumat (14/7) pagi.

Dikatakan Kades, kejadian itu diperkirakan antara jam 12 sampai jam satu siang. Dimana saat itu ada empat orang yang sedang melakukan aktifitas Peti. “Korban yang meninggal dunia atas nama Resi Saputra (20), warga Desa Kuala Behe dan kemarin sudah dimakamkan,” terang Kades.

Baca juga  65 Anggota PPK di Lantik KPU Landak

Sedangkan tiga rekan korban lainnya yang selamat adalah Dedi (30), Bujang Lapo (24), Uteh (26) an merupakan warga Belimbing mengalami luka-luka. “Untuk yang tiga orang lainnya hanya mengalami luka-luka, dan sudah bisa beraktifitas seperti biasa,” jelasnya.

Kades juga menyanpaikan aktifitas Peti memang sudah dilarang keras, sebagian masyarakat juga sudah ada yang menyadari karena beresiko tinggi. “Pedahal belum satu minggu yang lalu kami baru berikan sosialisasi dan himbauan tentang Peti,” katanya.

Diakuinya juga untuk di Desa yang ia pimpin sudah mulai berkurang aktifitas Peti. “Kalau sekarang memang sudah jarang lagi yang kerja Peti, karena memang lokasi sudah mulai habis dan hasil sekarang tidak banyak lagi. Istilahnya memang sudah banyak yang gulung tikar,” bebernya.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan,  pekerja dompeng ini, berkerja kepada salah seorang warga Kuala Behe.

Baca juga  Pemkab Landak Gelar Bimtek Penyusunan APBDes 2021

Sebelum kejadian naas itu. Resi Saputra bersama 3 rekan lainya berkerja seperti biasa. Mereka berempat itu masuk kedalam lobang dengan kedalaman sekitar 7 meter dan kebetulan lokasinya agak miring.
Saat asik berkerja meyemprot areng tiba-tiba tanah longsor. Bujang Lapok dan Uteh   sempat melarikan diri, tetapi Resi Saputra tidak bisa melarikan diri. Kaki korban tersangkut paralon besar.

Sementara Dedi  rekan lainnya masih bisa diselamatkan, padahal tangannya saja yang masih nampak ditumpukan tanah longsor tersebut.

Atas kejadian itu, Bujang Lapok dan Uteh  bersama warga lainnya berhasil menyelamatkan nyawa Dedi. Sementara Resi Saputra , korban yang dibawah tidak bisa diselamatkan.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian (Hi74)

 

 

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Pemkab Landak Gelar Bimtek Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Bagi Operator SIKS-NG Desa Se- Kabupaten Landak Tahun 2023

Pemda Landak

Pelantikan IDI, Bupati Karolin Minta Dokter Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Hadiri Pelantikan Pengurus FORKI Kabupaten Landak dan Pengurus INKAI Kabupaten Landak

Pemda Landak

Bupati Landak Dukung Desa Tempoak Sediakan Wi-Fi Untuk Sekolah Daring

Pemda Landak

Pemkab Landak Gelar Rakor Tindaklanjuti Surat Edaran Menpan-RB Terkait Pelestarian Arsip

Pemda Landak

Pemda Landak MOU dengan Yayasan Solidaridad Network Indonesia

Pemda Landak

Bupati Landak Kunjungi Korban Banjir Kecamatan Mandor

Pemda Landak

Kecamatan Air Besar Laksanakan Vaksninasi COVID-19 Moderna, Bupati karolin : Vaksinasi Harus Tepat Sasaran
error: Content is protected !!