Suasana syukuran pengukuhan Pangeran Mangku Gusti Nanang di Keraton Ismahayana Landak, Sabtu (02/09/17). (Foto: Istimewa)
NGABANG, LANDAK NEWS – Keluarga besar Keraton Ismahayana Landak, Sabtu (02/09/17), pagi mengelar syukuran pengukuhan Pangeran Mangku Gusti Nanang.
Hadir dalam syukuran, yaitu
Gusti Nanang (Pangeran Sri Mangku Adiningrat Kusuma Negeri, DR. Ir. H Gusti Hardiansyah, MSc.CAM (Pangeran Sri Adijaya Nata Ismahayana), Gusti Fiqry Suryansyah (Pangeran Ratu Setia Ismahayana), Hj. Utin Trimurti (Pangeran Putri Mahayana Nata Ismahayana), Hj. Utin Hadidjah (Pangeran Putri Kusuma Nata Ismahana), Hj. Utin Mardiah (Pangeran Putri Sri Srikandi Ismahayana), H. Gusti Tajudin Lagum (Pangeran Sri Kusuma Jaya Ismahayana), H. Ya’ Marzuki Hamid (Pangeran Paku Jaya Ismahayana ), Drs.H. Gusti Syafiudin (Pangeran Sri Laksamana Nata), Gusti Agus Kurniawan (Pangeran Cakre Ismahayana ), Gusti Hermansyah (Pangeran Adipati Ismahayana), Gusti Sabran (Pangeran Sri Bandara Agung Ismahayana), para Pengawal dan Panglima Ismahayana, Panitia Tumpang Negeri 2017, ulama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Ketua Majelis Keraton Ismahayana Landak Pangeran Sri Adijaya Nata Ismahayana Gusti Hardiansyah mengatakan, Pangeran Mangku Ismahayan Landak Gusti Nanang sudah dilantik pada tahun lalu yaitu tanggal 7 Juli 2016, oleh Raja Landak Gusti Suriansyah.
“Karena pada saat pengukuhan Pangeran Mangku Ismahayana Landak Gusti Nanang berhalangan hadir. Makanya hari ini kita gelar syukaran dengan adat nasi rasul,” kata Dekan Fakultas Kehutan Untan Pontianak ini.
Deden sapaan akrabnya berharap kedepan, Pangeran Mangku Gusti Nanang semakin mantap melangkah memimpin Keraton Landak, karena mangkatnya raja, maka diberkati baik secara adat maupun secara agama.
“Kita ketahui Landak ini berlandaskan syair kitabullah dan hadis. Hari ini kita menyatukan dengan mengandeng beberapa ulama, toko masyarakat dan segenap anggota majelis keraton dan kerabat keraton, ” jelas pria kelahiran Pontianak, 30 November 1967.
Deden berharap kedepan agar tersyiar budaya Keraton Landak dan tidak hanya ditingkat kabupaten, tapi regional dan dunia. Apalagi dalam waktu dekat ada agenda Tumpang Negeri.
“Kita perlu pemimpin yang mengawal agenda ini. Oleh karena itu momentum hari ini sangat tepat untuk Pangeran Mangku memberikan arahan dan bimbingan kepada kita semua, kerabat keraton dan Mangku Landak sehingga agenda iti dapat teaksana, ” katanya.
Beberapa tugas penting ke depan, lanjut Deden antara lain: melestarikan Jiwa Keraton Landak antara lain mengemas adat istiadat Keraton Landak sebagai upaya mengayomi masyarakat. Kemudian melestarikan Semangat Keraton Landak antara lain memelihara kelangsungan budaya dan tradisi yang ada, serta melestarikan Nilai Keraton Landak antara lain menebar budaya lama yang hampir dilupakan dikemas dalam event budaya. (One)








